BMKG Ingatkan Warga Kalsel Waspadai Potensi Curah Hujan Tinggi dan Ancaman Banjir

Kastolani · Kamis, 14 Januari 2021 - 20:40:00 WITA
BMKG Ingatkan Warga Kalsel Waspadai Potensi Curah Hujan Tinggi dan Ancaman Banjir
Banjir setinggi satu meter memutus akses jalan utama lintas kabupaten di Tanah Laut, Kalsel. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat waspada dan berhati-hati terhadap potensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel). Cuaca ekstrem ini berdampak banjir di sebagian besar wilayah Kalsel. 

Prakirawan Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin mengatakan, ada tanggal 12-14 Januari 2021, hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang berdampak banjir di sebagian besar wilayah Kota/Kabupaten Banjarmasin. Kemudian, Banjarbaru, Banjar,Tanah Laut, Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, Balangan dan Tabalong. 

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), cuaca ekstrem itu mengakibatkan 10.000 lebih rumah terendam di wilayah Kalimantan Selatan. Ketinggian banjir bervariasi antara 0,5 meter hingga 3 meter.

"Selain itu, ruas jalan utama provinsi tergenang, dan jembatan utama provinsi roboh," kata Prakirawan Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin dalam siaran pers, Kamis (14/1/2021). 

Curah hujan dengan intensitas tinggi tercatat pada tanggal 13 Januari 2021 sebesar 51 mm dan tanggal 14 Januari sebesar 249 mm di Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin. Sementara di Stasiun Klimatologi Banjarbaru sebesar 15,9 mm dan 255,3 mm. 

Berdasarkan data tersebut, terlihat bahwa akumulasi jumlah curah hujan selama dua hari di Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor berjumlah 300 mm. "Jika dibandingkan pada normal jumlah curah hujan bulanan Januari sebesar 394 mm, maka kondisi ini tergolong dalam kondisi ekstrem," kata BMKG.

Cuaca ekstrem ini dipicu oleh kondisi dinamika atmosfer di wilayah Kalimantan Selatan yang labil. Adanya pergerakan suplai uap air dari Pasifik Timur ke Pasifik Barat (La Nina) serta suhu muka laut yang lebih hangat dari normalnya, mengakibatan aktivitas potensi pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia terutama di wilayah Kalsel menjadi lebih signifikan. 

Selain itu, adanya pusaran angin tertutup (Eddy) di sekitar Kalimantan mengakibatkan terbentuknya daerah pertemuan angin (konvergensi) di wilayah Laut Jawa hingga Kalimantan bagian Selatan dan Timur. Kondisi ini berpotensi memupuk massa uap air dari Laut Jawa yang menyebabkan terjadinya pertumbuhan awan-awan konvektif yang masif di sekitar Kalimantan Selatan. 

Secara umum bulan Desember 2020 dan Januari 2021 merupakan puncak musim hujan di wilayah Kalsel. Karena itu, hujan yang terjadi pada bulan-bulan tersebut merupakan hujan yang turun secara kontinyu.

Sementara untuk tiga hari ke depan, hampir seluruh wilayah Kalsel masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas yang bervariasi dari ringan hingga lebat. Namun, yang perlu diwaspadai daerah-daerah Kalsel bagian Selatan dan Barat seperti wilayah Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tanah Laut, Barito Kuala, Tapin dan Hulu Sungai Selatan.

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2