Terkenal Mistis, Makam Nyai Ronggeng Tak Pernah Sepi Sajen

Sartana Nasution · Selasa, 06 April 2021 - 14:44:00 WITA
Terkenal Mistis, Makam Nyai Ronggeng Tak Pernah Sepi Sajen
Makam Nyai Ronggeng di Dusun 16 Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara (Sumut) juga tak pernah sepi dari sajen. (Foto: iNews/Sartana Nasution)

Tarian ronggeng merupakan mitos hidup dari Tanah Sunda lahir dari rahim bernama dendam kesumat tak nyana membuat tak sedikit penari ronggeng akhirnya mati secara mengenaskan. Dibunuh lelaki, kemudian mayatnya dibuang jauh-jauh.

Konon menurut satu versi, tragedi itu pun dialami Nyai Ronggeng yang dibunuh mengenaskan dan di kubur jauh dari pemukiman warga di Kampung Kolam.

Kisah dendam berkalang tanah itu akhirnya menumbuhkan mistisisme. Itu terbukti dari banyak perempuan muda yang sering berziarah ke makam Nyai Ronggeng. Di situ mereka memohon bermacam-macam.

Kebanyakan memohon agar dirinya bisa tenar dan cantik seperti Nyai Ronggeng semasa hidupnya menjadi idola kaum lelaki. Roh Nyai Ronggeng juga masih dipercaya sering gentayangan di sekitar lokasi kuburan keramat tersebut.

Di samping kuburannya terdapat batu besar yang diyakini sebagai tempat petilasannya semasa hidup Nyai Ronggeng dalam mengisi parewangan yang mengikuti tubuhnya. Kini makamnya dijadikan tempat meminta.

Uniknya, meskipun tidak ada warga di sana, di pekarangan itu sengaja dibangun musala dan toilet. Namun lokasi di sekitar kuburan itu tetap terasa menjadi tempat angker.

Bulu kuduk terasa merinding, seolah pertandaroh penari ayu itu menyambut kedatangan penulis. Belum lagi hamparan sawah yang dulunya lokasi makam itu dikelilingi perkebunan menambah seramnya wilayah makam wanita malang nan cantik itu.

Kisah mistis pun cukup sering dialami warga sekitar Irin (67), salah seorang petani tidak jauh dari lokasi, menceritakan beberapa kisah kekeramatan yang dialaminya di sekitar kuburan keramat Nyai Ronggeng.

Konon katanya, mereka justru tidak merasa heran, jika ada hal-hal peristiwa yang aneh di luar nalar pikiran yang terjadi di lokasi makam. Peristiwa tersebut sudah terbiasa sejak dari orang-orang terdahulu di sana.

"Cerita mistis sudah biasa kami alami, sejak dari orang-orang tua di sini. Pokoknya banyak kejadian aneh-aneh di sini tak boleh takabur," kata Irin memulai ceritanya.

Menurutnya, kekeramatan makam Nyai Ronggeng sudah cukup terkenal di daerah mereka. Untuk petani di sana tidak mau gegabah jika ada peristiwa aneh yang mereka alami.

Sebab, mereka terbiasa mengalaminya, seperti peristiwa yang kerap terjadi tiba-tiba pada pukul 11.00 WIB, muncul aroma wangi khas masakan dari arah makam.

Seketika itu pula, petani sudah mengerti pertanda mereka memilih beristrahat sejenak. Diyakini bau tersebut berlangsung karena ada hajatan besar dari makhluk kasat mata di makam Nyai Ronggeng.

"Kalau sudah ada aroma wangi masakan itu, kami istrahat kerja. Kalau dicaripun siapa yang memasak yang mengeluarkan aroma itu tidak akan ketemu. Karena warga lain tidak ada di sini. Kami yakin dari sana," ucapnya.

Mereka juga memiliki aturan, tidak mau membunuh binatang seperti burung dan ular di daerah itu. Walaupun mereka menjumpai ular yang berukuran besar, warga yang bertani di sana memilih membiarkannya, hingga pergi begitu saja.

Irin mengatakan, sejak dirinya masih kecil sudah biasa mendengar cerita gaib yang terjadi di lokasi pemakaman Nyai Ronggeng. Sebelum Kampung Kolam seramai yang sekarang,pada pukul 00.00 WIB dini hari,

sesekali sayup-sayup masih terdengar suara alunan gemelan yang biasanya mengiringi sinden. Asal suara itu pun tidak akan pernah ditemukan.

Editor : Nani Suherni

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: