Terkenal Mistis, Makam Nyai Ronggeng Tak Pernah Sepi Sajen

Sartana Nasution · Selasa, 06 April 2021 - 14:44:00 WITA
Terkenal Mistis, Makam Nyai Ronggeng Tak Pernah Sepi Sajen
Makam Nyai Ronggeng di Dusun 16 Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara (Sumut) juga tak pernah sepi dari sajen. (Foto: iNews/Sartana Nasution)

MEDAN, iNews.id - Nama Nyai Ronggeng sudah tidak asing lagi di telinga warga Indonesia. Semasa hidupnya dia dikenal cantik. 

Namun, siapa sangka jika makam Nyai Ronggeng di Dusun 16 Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara (Sumut) juga tak pernah sepi dari sajen. 

Kuburan keramat itu, lumayan jauh dari permukiman warga sekitar. Untuk dapat menuju ke lokasi, pengunjung harus melintasi jalan setapak yang cukup sulit dilalui kendaraan roda dua.

Biasanya pengendara menggunakan kendaraannya hanya sampai di lokasi di bawah kelapa sawit milik PTPN 2, yang jaraknya masih jauh dari makam keramat itu. Kemudian mereka harus berjalan kaki ke makam keramat Nyai Ronggeng melalui bedeng-bedeng petak sawah milik warga.

Tetapi, meski demikian, makam tersebut sering diziarahi warga sekitar maupun dari daerah lainnya. Lokasi itu tampaknya tak pernah sepi dari bermacam sajen yang dipersembahkan para peziarah kepada Makam Sinden Nyai Ronggeng.

Konon ceritanya, gadis cantik yang masih berusia belia itu memiliki nama asli, Siti Aminah. Dia sengaja didatangkan oleh Belanda dari Banyumas ke Desa Kolam karena kepiawaiannya menjadi Sinden Ronggeng.

Di daerah ini Nyai Ronggeng menjadi penghibur bagi tuan-tuan Belanda dan kuli kebun dahulu kala. Siasat Kolonial Belanda yang menghibur kuli perkebunan hanyalah akal-akalan. Tujuannya tak lain, agar uang gaji kuli kebun kerap ludes seketika dan mereka akhirnya tetap terikat dengan kontrak perkebunan.

Akibatnya, para kuli Belanda itu hidupnya melarat karena habis digunakan untuk menyaksikan hiburan yang berbau erotis.

Tarian Ronggeng dikenal lahir dari kisah kebencian selangit Dewi Rengganis pada sekalangan lelaki itu diperagakan Nyai Ronggeng dengan meliuk-liukkan bokongnya serta kemolekan tubuhnya di hadapan penggemarnya di daerah perkebunan milik Belanda itu.

Editor : Nani Suherni

Halaman : 1 2 3