Sungai Barabai Masih Keruh usai 2 Bulan Banjir, Ternyata Ini Penyebabnya
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten HST Muhammad Yani menerangkan, penyebab keruhnya air sungai Barabai sampai saat ini adalah karena erosi.
"Dalam artian, air yang turun ke dataran rendah itu membawa material lumpur," katanya.
Lumpur itu menurutnya disebabkan oleh bukaan lahan di wilayah pegunungan sudah sedemikian rupa.
"Pada tahun 2019 bukaan lahan kita sekarang tinggal 38 persen. Padahal pada 2017 masih 61 persen. Jadi, ada pengurangan lahan sekitar 23 persen dalam kurun waktu 3 tahun," katanya.
Dijelaskan dia, bukaan lahan itu terjadi disebabkan dari penebangan pohon dan lain sebagainya. Sehingga material air hujan itu tidak tertampung dan menyebabkan air keruh.
Editor: Nani Suherni