Aptrindo Kalsel Kecewa, Dinkes Tak Juga Tepati Janji Rapid Test Puluhan Sopir Truk

Suhardian ยท Sabtu, 20 Juni 2020 - 21:42 WIB
Aptrindo Kalsel Kecewa, Dinkes Tak Juga Tepati Janji Rapid Test Puluhan Sopir Truk
Ilustrasi rapid test (Foto: IST)

BANJARMASIN, iNews.id - Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) kecewa dengan sikap Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin. Janji Dinkes untuk melakukan rapid test Covid-19 kepada puluhan sopir truk pengangkut sembako tidak terealisasi hingga kini dengan alasan alatnya belum tersedia.

Kekecewaan ini tidak bisa disembunyikan perwakilan pengurus Aptrindo Kalsel, usai bertemu dengan salah satu pejabat Dinkes Kota Banjarmasin, Jumat (19/6/2020). Janji untuk melakukan rapid test kepada 40 sopir truk yang sudah disepakati beberapa hari lalu belum terealisasi. Padahal, para sopir sudah bersedia menebus biaya rapid test sebesar Rp145.000 per orang, sesuai keinginan Dinkes.

Menurut Ketua Aptrindo Kalsel, Ali Musa Siregar, pihaknya sudah mengikuti semua prosedur yang disampaikan Dinkes, termasuk penentuan jadwal pengambilan rapid test. Namun, saat didatangi, mereka hanya disodori penjelasan ketiadaan alat.

“Kami sangat kecewa sekali, bilangnya hari ini (Jumat, 19 Juni) 40 sopir bisa di-rapid test, tapi faktanya kita bohongi dan dilempar sana sini seperti bola. Uang yang disetor para sopir juga sudah kami bawa karena memang dijanjikan dan sepakat,” kata Ali Musa.

Menanggapi keluhan para sopir, Kepala Dinkes Banjarmasin Machli Riyadi mengatakan, rapid diagnostic test (RDT) yang disediakan pemerintah hanya diperuntukan bagi orang tanpa gejala (OTG) dan orang dalam pengawasan dari hasil tracking.

“Soal kawan-kawan sopir dari Aptrindo, mereka tidak masuk dalam pedoman RDT hasil penelusuran dari kita,” ujarnya.

Kendati tidak masuk kategori pemberian rapid test gratis, Machli memastikan pihaknya tetap membantu dengan menyediakan petugas medis untuk pengambilan sampel darah para sopir. Dinkes juga memberikan rujukan tempat pembelian alat deteksi dini virus yang terjangkau.

“Tetap kita bantu dengan tenaga medis yang akan melakukan rapid test, dengan syarat beli sendiri. Di mana membelinya juga sudah kami referensikan yang murah,” kata Machli yang juga Jubir Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Banjarmasin.

Upaya meminta bantuan kepada pemerintah daerah dilakukan Aptrindo Kalsel, lantaran desakan para sopir yang tidak bisa lagi bekerja mengantar barang ke Kalteng dan Kalimantan Timur. Ini menyusul pemberlakuan aturan kepada para sopir yang wajib memiliki surat sehat bebas Covid-19 untuk masuk wilayah tersebut.


Editor : Abay Fadillah Akbar