Siring Tendean Ditutup, Pedagang: Kami Mati Bukan karena Corona, tapi Kelaparan

Deny M Yunus ยท Minggu, 12 Juli 2020 - 14:13:00 WITA
Siring Tendean Ditutup, Pedagang: Kami Mati Bukan karena Corona, tapi Kelaparan
Pemerintah Kota Banjarmasin menutup kawasan wisata Siring Tendean. (Foto: iNews/Deny M Yunus).

BANJARMASIN, iNews.id - Pemerintah Kota Banjarmasin menutup kawasan wisata Siring Tendean sejak beberapa hari lalu. Pada Minggu (12/7/2020), terlihat kawasan Siring tersebut dipasangi tali agar tidak ada pengunjung yang masuk. Selain itu anggota Satpol PP Kota Banjarmasin juga nampak berjaga-jaga.

Penutupan ini menuai protes dari pedagang kaki lima di kawasan itu. Meski masih bisa berjualan mereka mengaku penjualannya berkurang. Di kawasan itu hanya dipenuhi lalu lalang masyarakat yang berolahraga memanfaatkan car free day (CFD).

Seorang penjual kerupuk, Hairiah menilai, kebijakan Pemko Banjarmasin tidak adil. Kawasan itu ditutup sementara para pedagang di sejumlah pasar di Banjarmasin masih diperbolehkan berjualan.

“Di sini kan cuma seminggu sekali kenapa tidak boleh? Sedangkan di pasar boleh berjualan. Malah di sana lebih berjubel. Kalau seperti ini kami mati bukan karena corona, tapi mati kelaparan,” kata Hairiah, Minggu (12/7/2020).

Ditemui di tempat terpisah, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina mengatakan, penutupan kali ini merupakan penegasan, karena kawasan itu memang tidak pernah dibuka. Hanya saja masyarakat salah memahami, ditambah lagi saat itu tidak ada penjagaan. Sehingga di akhir pekan pengunjungnya sempat membludak.

Selain itu banyak yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Seperti tidak memakai masker, berkerumun dan mengajak anak-anak, bahkan balita yang rentan tertular virus corona.

“Ketika PSBB di Banjarmasin berakhir, masyarakat mengira kawasan wisata sudah dibuka kembali. Padahal memang belum dibuka lagi,” kata Ibnu Sina ditemui usai mengimami salat jenazah petugas medis yang wafat karena Covid-19 di halaman Gedung Pemulasaran Jenazah RSUD Ulin.

Sedangkan CFD, menurut Ibnu Sina memang sudah dibolehkan. Karena masyarakat yang berolahraga di kawasan itu hanya melintas. Meskipun ramai, tidak menumpuk atau berkerumun, serta tetap diwajibkan mematuhi protokol kesehatan.

Bagi masyarakat yang rindu menikmati wisata di Siring Tendean, termasuk Pasar Terapung diminta untuk bersabar. Diakuinya, akan ada evaluasi sebelum membuka tempat wisata. “Setelah ini nanti akan kita atur baik-baik,” ujar Ibnu Sina.

Editor : Abay Fadillah Akbar