Serma Rama Wahyudi Gugur di Kongo, Begini Respons Jenderal Andhika Perkasa

Riezky Maulana ยท Rabu, 24 Juni 2020 - 13:49 WIB
Serma Rama Wahyudi Gugur di Kongo, Begini Respons Jenderal Andhika Perkasa
KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa. (Foto:iNews/Cahyat Supriatna).

JAKARTA, iNews.id - Sersan Mayor (Serma) Rama Wahyudi yang bertugas Pasukan Perdamaian Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) di Republik Demokratik Kongo (Monusco) meninggal dunia. Rama gugur saat diserang pasukan milisi Kongo.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Andhika Perkasa mengaku akan segera melakukan evaluasi serta pendalaman kronologi secara intensif. Andhika juga sedang menunggu kronologi lengkap kejadian tersebut.

"Itu adalah operasi yang dihandle Mabes TNI, dan memang itu prajurit kami. Yang jelas kami akan mengevaluasi, kami ingin mendapatkan kronologisnya. Sehingga bisa mengevaluasi apa yang sebenarnya terjadi," ucapnya di Markas Besar TNI AD (Mabesad) Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2020).

Atas kejadian itu, menurut dia para prajurit TNI AD akan lebih diperkuat. Penguatan ditujukan agar ketika kejadian tersebut terulang, para prajurit dapat lebih siap.

"Kita bisa menyiapkan mereka lebih siap, ketika dihadapkan dengan insiden seperti yang terakhir ini," tuturnya.

Pihak Mabes TNI, kata dia juga akan segera memberikan santutan terhadap korban. Menurutnya, komunikasi dengan keluarga almarhum pun sudah dilakukan.

"Kita menyiapkan semaksimal mungkin. Santunan sudah kami berusaha untuk itu. Kami tetapi juga pro aktif, yang artinya kita sudah berhubungan dengan keluarga dsn dengan satuannya," katanya.

Dia pun berharap, satu korban lain, yakni Prajurit Satu (Pratu) M Syafii Makbul yang sedang mendapatkan penanganan intensif dapat segera pulih. Dirinya pun juga telah mengajak beberapa kementerian atau pihak-pihak yang memiliki dana CSR untuk membantu keluarga korban.

"Satu korban yang meninggal, tetapi satu lagi luka. Yang mudah-mudahan masih ada harapan untuk pulih. Kita ajak juga BUMN, siapa tahu mereka juga masih punya kepedulian dan CSR untuk membantu keluargan korban," ucapnya.

Untuk diketahui, Monusco merupakan misi pemelihara perdamaian PBB di Republik Demokratik Kongo dan merupakan misi PBB terbesar ke-2 di dunia. Saat ini terdapat 1.047 orang personel dari Indonesia yang ditugaskan disana.

Indonesia, sebagai kontributor personel misi perdamaian PBB terbesar ke-8 di dunia senantiasa aktif menyerukan perlunya peningkatan keamanan dan keselamatan personel misi perdamaian PBB pada forum–forum PBB.

Sebelumnya, Kantor berita AFP melaporkan, serangan mematikan tersebut diarahkan pada patroli pasukan perdamaian PBB sekitar 20 kilometer dari kota Beni, Provinsi Kivu Utara, Sy Koumbo. Ketika penyerangan, pasukan perdamaian PBB diketahui tengah terlibat dalam proyek pembangunan sebuah jembatan di wilayah Hululu.


Editor : Faieq Hidayat