Penjagaan di Batola Diperketat, Warga Luar Daerah Dilarang Masuk

Antara ยท Sabtu, 06 Juni 2020 - 15:15 WIB
Penjagaan di Batola Diperketat, Warga Luar Daerah Dilarang Masuk
Pemeriksaan ketat di POS PSBB bagi warga luar daerah yang masuk ke Kabupten Barito Kuala. (Foto: Antara/Latif Thohir)

BANJARMASIN, iNews.id - Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, memperketat penjagan di wilayahnya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Pengendara roda dua dan empat dilarang masuk kabupaten tersebut, bila bukan warga yang ber-KTP Batola.

Pantauan di lapangan, di beberapa titik wilayah Kabupaten Barito Kuala, tampak dijaga petugas. Salah satunya di pos pemeriksaan PSBB di pintu masuk Kabupaten Barito Kuala dari Banjarmasin.

Hal tersebut dilakukan sebagai upaya memutus rantai penyebaran COVID-19 pada pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap dua. Sebelumnya, beberapa pengendara roda dua dan empat asal Kota Banjarmasin yang melintas di pos pemeriksaan PSBB Terminal Handil Bakti, Batola, diminta petugas berputar arah.

Permintaan berputar arah tersebut, setelah petugas jaga melakukan pemeriksaan suhu tubuh dan kelengkapan identitas diri dan pengendara bukan warga kabupaten tersebut. Pelaksaan PSBB tahap ke dua selama 12 hari berakhir pada 12 Juni 2020.

Perwira pengendali pos pemeriksaan PSBB Hanndil Bakti AKP Lukman Simbolon mengatakan, selama penerapan PSBB tahap dua, setiap harinya sebanyak 50–75 kendaraan diminta untuk berputar arah. Rata-rata pengendara yang berputar arah karena KTP luar Batola, tidak memiliki surat tugas serta tidak memakai masker.

Pemeriksaan di pos jaga PSBB setiap harinya dilaksanakan selama tiga kali, pagi mulai pukul 08.00–10.00 Wita. Pada sore pukul 16.00–18.00 Wita dan malam mulai pukul 21.00–23.00 Wita.

Sementara itu sebagai jalur utama untuk perlintasan Kalsel–Kalteng, petugas pos jaga telah memberikan pengecualian bagi travel atau angkutan lainnya yang akan melintas. Tetapi mereka diminta tidak menyalahi aturan dan persyaratan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.


Editor : Nani Suherni