Jokowi: Jangan Gunakan Narasi yang Membahayakan Persatuan di Pilkada 2020

Felldy Utama ยท Selasa, 08 September 2020 - 14:07 WITA
Jokowi: Jangan Gunakan Narasi yang Membahayakan Persatuan di Pilkada 2020
Presiden Joko Widodo (Foto Setpres).

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo meminta tidak ada penggunaan narasi dan simbol yang membahayakan persatuan selama Pilkada 2020. Selain itu jangan juga memakai SARA dan politik identitas.

"Jangan biarkan penggunaan narasi dan simbol yang membahayakan persatuan dan kesatuan masyarakat. Harus ada ketegasan jangan sampai gunakan politik identitas dan SARA," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas tentang persiapan pelaksanaan Pilkada 2020 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (8/9/2020).

Selain itu Jokowi mendorong masyarakat menelusuri rekam jejak calon kepala daerah serta mendorong adanya kontestasi gagasan. Tujuannya agar daerah mempunyai pemimpin yang baik.


"Kita harus mendorong agar paslon adu gagasan dan program. Mendorong masyarakat mempelajari track record calon agar daerah memperoleh pemimpin yang terbaik," ucap dia.

Mantan Gubernur DKI itu menambahkan, Pilkada 2020 di tengah pandemi covid-19 menjadi momentum meningkatkan kedewasaan dalam berdemokrasi. Oleh sebab itu dia mengajak semua elemen masyarakat dan pemerintah mewujudkan hal itu.

Dia mengatakan fokus penerapan protokol kesehatan jangan sampai membuat kualitas demokrasi di Pilkada 2020 berkurang.

"Selain jalankan protokol kesehatan, saya minta kualitas demokrasi dijaga dan ditingkatkan. Dalam posisi sulit seperti ini demokrasi harus semakin matang," katanya.

Jokowi juga berpesan agar aparat di birokrasi yaitu TNI dan Polri tetap menjaga netralitas di Pilkada 2020. Hal itu menurut Jokowi turut mendorong masyarakat meningkatkan kualitas demokrasi di Pilkada 2020.

"Saya minta aparat birokrasi yaitu TNI dan Polri bersikap netral, jangan memihak paslon tertentu," ucapnya.


Editor : Faieq Hidayat