Hasilkan Produk Olahan, Petani Cabai Rawit Hiyung Bertahan di Tengah Pandemi
BANJARMASIN, iNews.id - Kelompok Tani Karya Baru di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan (Kalsel) mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19. Mereka menghasilkan menjual berbagai macam produk olahan dari cabai.
“Jadi kami para petani perkebunan cabai rawit hiyung dapat menghasilkan olahan cabai berupa abon cabai rawit hiyung, sambal cabai rawit hiyung, kecap pedas cabai rawit hiyung dan uyah pencok cabai rawit hiyung,” kata Petani Kelompok Tani Karya Baru, Junaedi, dikutip dari portal resmi Pemprov Kalsel, Minggu (5/9/2021).
Hasil olahan cabai rawit hiyung, lanjut Junaedi, dipasarkan tidak hanya di Kalsel namun juga merambah ke provinsi tetangga dan pulau Jawa. Para petani ini mulai usaha perkebunan cabai rawit hiyung sejak tahun 1980.
“Hasil dari olahan cabai ini dipasarkan ke Banjarmasin, Martapura Kalimantan Tengah, Jakarta, Jawa Barat dan Jawa timur,” ucap Junaedi.
Di saat pandemi Covid-19 ini, Junaedi mengatakan omset penjualan cabai rawit hiyung cenderung stabil, meskipun tidak mengalami kenaikan. Berbeda halnya dengan sebelum pandemi yang bisa meningkat dari tahun ke tahun.
“Kami sebelum pandemi Covid-19 bertahannya dengan penjualan melalui produk olahan dan cabai segarnya di pameran Kalsel dan luar Kalsel. Namun, sesudah pandemi melalui media sosial dan aplikasi,” kata Junaedi.
Editor: Nani Suherni