get app
inews
Aa Text
Read Next : Kepala Desa di Kalsel Ditangkap Polisi terkait Narkoba Jenis Sabu

Hasilkan Produk Olahan, Petani Cabai Rawit Hiyung Bertahan di Tengah Pandemi

Minggu, 05 September 2021 - 10:26:00 WITA
Hasilkan Produk Olahan, Petani Cabai Rawit Hiyung Bertahan di Tengah Pandemi
Ilustrasi Petani Cabai Rawit Hiyung Bertahan di Tengah Pandemi (Foto: Antara)

BANJARMASIN, iNews.id - Kelompok Tani Karya Baru di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan (Kalsel) mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19. Mereka menghasilkan menjual berbagai macam produk olahan dari cabai. 

“Jadi kami para petani perkebunan cabai rawit hiyung dapat menghasilkan olahan cabai berupa abon cabai rawit hiyung, sambal cabai rawit hiyung, kecap pedas cabai rawit hiyung dan uyah pencok cabai rawit hiyung,” kata Petani Kelompok Tani Karya Baru, Junaedi, dikutip dari portal resmi Pemprov Kalsel, Minggu (5/9/2021).

Hasil olahan cabai rawit hiyung, lanjut Junaedi, dipasarkan tidak hanya di Kalsel namun juga merambah ke provinsi tetangga dan pulau Jawa. Para petani ini mulai usaha perkebunan cabai rawit hiyung sejak tahun 1980.

“Hasil dari olahan cabai ini dipasarkan ke Banjarmasin, Martapura Kalimantan Tengah, Jakarta, Jawa Barat dan Jawa timur,” ucap Junaedi.

Di saat pandemi Covid-19 ini, Junaedi mengatakan omset penjualan cabai rawit hiyung cenderung stabil, meskipun tidak mengalami kenaikan. Berbeda halnya dengan sebelum pandemi yang bisa meningkat dari tahun ke tahun.

“Kami sebelum pandemi Covid-19 bertahannya dengan penjualan melalui produk olahan dan cabai segarnya di pameran Kalsel dan luar Kalsel. Namun, sesudah pandemi melalui media sosial dan aplikasi,” kata Junaedi.

Kemampuan untuk tetap bertahan dan mengembangkan cabai rawit hiyung diakui Junaidi tidak lepas dari peran pemerintah, baik Pemerintah Kabupaten Tapin maupun Dinas Perdagangan Kalsel, mulai dari pelatihan dan pembinaan, juga pemasaran.

“Ke depan, mudah-mudahan pemerintah dapat menambah bantuan lagi terkait masalah pemasaran baik itu produk olahan serta buah segarnya untuk menyejahterakan para petani yang ada di Kalsel khususnya Kabupaten Tapin,” ujar Junaedi.

Senada dengan harapan tersebut, Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Birhasani, mengatakan akan terus membantu proses promosi dan membuka peluang akses pasar, seperti melalui expo ataupun mengikuti temu usaha mitra dagang.

“Harapan saya kiranya semua pihak harus turut bersinergi memberikan pembinaan, seperti jajaran OPD lingkup pertanian, perindustrian, KUKM (Koperasi dan UKM) maupun dunia usaha. Kualitas, kuantitas produksi dan legalitas produknya perlu terus ditingkatkan,” kata Birhasani.

Editor: Nani Suherni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut