Diduga Selewengkan Dana Desa, Oknum Kades Ditahan Polres Hulu Sungai Utara 

Antara · Minggu, 18 April 2021 - 10:32:00 WITA
Diduga Selewengkan Dana Desa, Oknum Kades Ditahan Polres Hulu Sungai Utara 
Polisi saat menangkap oknum aparat desa yang diduga selewengkan dana desa di Kalsel. (Foto: Antara)

BANJARMASIN, iNews.id - Polisi menahan aparat Desa Sungai Jamjam, Kecamatan Babirik, Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan. Oknum kepada desa (kades) ini diamankan atas dugaan menyelewengkan dana desa.

Kapolres HSU AKBP Afri Darmawan melalui Kasat Reskrim Iptu M Andi Patinasarani mengatakan saat ini, kades yang diduga menyelewengkan dana desa tersebut telah ditahan di Mapolres beserta barang bukti sejumlah berkas laporan keuangan penggunaan dana desa tahun anggaran 2018 dan 2019.

"Berdasarkan hasil penyelidikan kami, oknum aparat desa tersebut melakukan mark-up dana desa pada 2018 dan 2019 sebesar Rp487.306.952," ujar Andi, Sabtu (17/4/2021).

Dia menjelaskan pada 2018 Desa Sungai Jamjam mendapatkan dana Rp677.953.000, sedangkan 2019 sebesar Rp741.652.000.

Dana tersebut digunakan untuk beberapa kegiatan, seperti pembangunan, pengadaan toilet, pengadaan tong sampah, penerangan listrik serta pembuatan kanopi dan lainnya.

"Beberapa kegiatan tersebut telah ditemukan penyelewengan berupa mark-up atau penggelembungan harga. Seperti upah tukang dan kegiatan pengadaan fiktif," kata Andi.

Berdasarkan laporan hasil audit Investigasi atas pelaksanaan kegiatan fisik yang bersumber dari DD Desa Sungai Janjam nomor LHAI – 222 /PW16/5/2020 tanggal 24 September 2020, ditemukan dugaan penyelewengan dana desa mengakibatkan negara mengalami kerugian sebesar Rp487.306.952.

Hasil penyelidikan Unit Tipidkor dan Unit Opsnal Polres HSU, di sebuah rumah di Desa Babai Rt.20 Kecamatan Kurau Kuala, Kabupaten Barito Selatan, Provinsi Kalimantan Tengah, tersangka AA berhasil diamankan.

"Ketika diinterogasi pelaku mengakui telah melakukan tindak pidana tersebut sehingga dia dan barang bukti kami bawa ke Polres HSU guna penyelidikan lebih lanjut," ucap Andi.

Tersangka dijerat dengan Pasal 2 jo pasal 3 jo pasal 18 UU RI No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI No 20 Thn 2001 tentang perubahan atas UU RI No 31 Thn 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 64 KUHP.

Editor : Donald Karouw

Halaman : 1 2