Anggota HMI Jadi Korban Salah Tangkap Polisi atas Dugaan Kasus Curanmor

Antara · Senin, 13 September 2021 - 21:52:00 WITA
Anggota HMI Jadi Korban Salah Tangkap Polisi atas Dugaan Kasus Curanmor
Ketua Badan Koordinasi HMI Kalsel Zainuddin bersama Ketua HMI Banjarmasin, Barabai dan Banjarbaru serta rekannya yang diduga menjadi korban salah tangkap yaitu M Rafii mendatangi Bid Propam Polda Kalsel. (ANTARA)

BANJARMASIN, iNews.id  - Anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menjadi korban salah tangkap polisi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan. Polisi bergerak cepat dengan memeriksa anggota Polri yang terlibat dalam dugaan salah tangkap tersebut.

"Propam Polda Kalsel sudah memanggil anggota yang bersangkutan untuk diperiksa. Kami tegas makanya langsung diproses," ujar Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Mochamad Rifa'i di Banjarmasin, Senin, (13/9/2021).

Dia menegaskan, jika dugaan adanya tindakan salah tangkap oleh oknum anggota terbukti benar, ada sanksi yang akan dijatuhkan.

"Kami meminta keterangan dari saksi-saksi untuk memastikan duduk masalah. Yang pasti, anggota Polri harus profesional dalam menangani perkara, tidak boleh ada kekerasan apalagi salah menangkap orang," katanya.

Sebelumnya Ketua Umum Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kalsel Zainuddin bersama Ketua HMI Banjarmasin, Barabai dan Banjarbaru serta rekan yang disebut menjadi korban salah tangkap yaitu M Rafii mendatangi Bidang Propam Polda Kalsel, Sabtu (11/9/2021).

Mereka mengadukan adanya dugaan salah tangkap oleh oknum polisi terhadap rekannya, M Rafii di Sekretariat HMI Hulu Sungai Tengah (HST), Jalan Lingkar Walangsi-Kapar, Desa Banua Budi, Kabupaten HST, Kalsel, Rabu (8/9/2021).

Dijelaskan Zainuddin, rekannya tersebut dibawa oknum polisi dalam penangkapan yang disebut terkait kasus pencurian kendaraan bermotor.

Rafii menurut Zainuddin sempat diinterogasi di HST sebelum dibawa ke Polres HSU. Namun saat di Polres HSU, dibebaskan dengan alasan ada pihak yang menjaminkan. Rafii lalu dijemput rekan dan keluarganya.

Zainuddin menegaskan insiden di Sekretariat HMI HST tersebut berpotensi merusak citra HMI, khususnya di mata masyarakat sekitar sekretariat.

Sebab dalam insiden tersebut sempat dikira warga terjadi penangkapan tersangka tindak pidana peredaran narkoba.

"Karena saat kejadian itu, sempat ada tembakan peringatan yang membuat warga sekitar berdatangan. Kami ingin masalah ini dituntaskan dan oknum polisi yang menyalahi prosedur ditindak tegas," katanya.

Editor : Donald Karouw