5 Pekerja Pelabuhan Banjarmasin Tewas Keracunan Gas di Kapal

Deny M Yunus ยท Minggu, 25 Februari 2018 - 00:53 WIB
5 Pekerja Pelabuhan Banjarmasin Tewas Keracunan Gas di Kapal
Polisi melakukan olah TKP di kapal tempat kelima korban tewas. (Foto: iNews/Deny M Yunus)

BANJARMASIN, iNews.id - Empat pekerja dan satu petugas medis Pelabuhan Martapura Baru, Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), tewas, Sabtu malam (25/2/2018). Kelimanya tewas diduga akibat menghirup gas beracun di dalam kapal barang yang mengangkut kernel atau biji kelapa sawit.

Keempat korban, masing-masing bernama Jani, David, Syahrani, serta seorang mandor, Madi. Keempat korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Tentara Dokter Soeharsono yang tidak jauh dari kawasan pelabuhan. Namun, nyawa keempat korban tidak sempat diselamatkan. Begitu pula dengan petugas medis Pelabuhan Martapura, Wahyu, sudah tewas saat dievakuasi ke Rumah Sakit Suaka Insan Banjarmasin.

Dokter jaga IGD Rumah Sakit Dokter Soeharsono, dr Aditya mengatakan, empat korban yang ditangani datang sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri. Dari ciri-ciri fisiknya, kuat dugaan korban kehabisan oksigen. “Pukul 9.30 malam, datang satu orang dengan kondisi sudah meninggal, tapi belum tahu persis meninggalnya kapan. Kemudian, datang lagi tiga dan sudah meninggal. Kondisi fisiknya kelihatan semuanya biru. Kelihatannya hipoksia, kekurangan oksigen. Jadi, kemungkinan itu, menurut info juga, seluruhnya terkurung lama dalam satu tempat yang oksigennya tidak cukup,” kata dr Aditya.

Sementara Kapolsek Kawasan Pelabuhan Laut (KPL) Banjarmasin, Kompol Susilawati mengatakan, pada saat palka atau ruang tempat penyimpanan barang di Kapal MV Sumiei dibuka, tiga korban, yakni pekerja bongkar muat, langsung masuk. Padahal, mereka sudah diperingatkan oleh anak buah kapal (ABK) agar tidak langsung masuk. Sebab, berdasarkan aturan, palka baru bisa dimasuki setelah dua atau tiga jam lebih setelah dibuka untuk menghilangkan gas beracun di dalamnya.

Tak lama masuk ke ruang penumpukan kernel, ketiga pekerja itu lantas tidak sadarkan diri. Melihat hal itu, mandor Madi yang turut menjadi korban tewas juga turun ke tempat penyimpanan barang di kapal. Terakhir, petugas medis, Wahyu  ikut turun ke ruang penyimpanan barang, juga mengalami hal yang sama.

Untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian dalam peristiwa ini, pihak kepolisian meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk memeriksa kapal barang MV Sumiei, lokasi tewasnya kelima orang tersebut. “Saksi sudah ada tiga orang yang kami amankan," kata Kompol Susilawati.


Editor : Maria Christina