21.000 Orang di Banjarmasin Diprediksi Terpapar Corona

Deny M Yunus ยท Senin, 18 Mei 2020 - 15:11 WITA
21.000 Orang di Banjarmasin Diprediksi Terpapar Corona
ilustrasi. (Foto Ist)

BANJARMASIN, iNews.id – Sebanyak 21.000 orang di Banjarmasin Kalimantan Selatan (Kalsel) diprediksi terpapar virus corona (Covid-19). Hal itu disampaikan Ahli epidemiologi Dr IBG Dharma Putra, Minggu (17/5/2020).

“Banjarmasin merupakan daerah dengan jumlah kasus Covid-19 terbanyak dari 13 kabupaten/kota di Provinsi Kalsel. Dari data Tim Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kalsel, hingga Minggu (17/5/2020) menyebutkan, ada 165 kasus positif di Banjarmasin,” kata Dharma.

Berdasarkan jumlah itu, sebanyak 112 pasien positif dalam perawatan di sejumlah rumah sakit dan karantina khusus. Kemudian 19 orang dinyatakan sembuh dan 34 meninggal dunia.

Menurut Dharma, sejak menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang saat ini sudah memasuki jilid dua, berbagai upaya dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kota Banjarmasin. Seperti rapid test massal di enam pasar di Kota Banjarmasin, beberapa hari lalu.

Dari 1.361 orang yang dirapid test di pasar-pasar tersebut, sebanyak 129 hasilnya reaktif. “Itu artinya rapid test itu memberi hasil 10 persen reaktif,” kata Dharma yang merupakan Direktur RSJ Sambang Lihum.

Angka 10 persen tersebut, dihitung secara kasar dengan empat ketidakpatuhan, yakni tidak menghindari kerumunan, tidak menggunakan masker, tidak menjaga jarak dan tidak mencuci tangan. Namun, jika hanya disandingkan dengan tiga ketidakpatuhan, maka perhitungannya adalah 7,5 persen reaktif. Kemudian angka reaktif 7,5 persen itu dihitung pada total populasi Kota Banjarmasin sebesar 700.000 penduduk, maka jumlahnya 52.500 orang.

Bila semua penduduk reaktif tersebut mengikuti pemeriksaan swab, diprediksi sebesar 40 persen atau 21.000 orang terkonfirmasi positif. Jika didudukan secara emperis, maka 25 persennya bergejala. Artinya akan ditemukan 5.250 orang sakit corona dan sisanya sebesar 75 persen atau 15.750 orang tanpa gejala (OTG).

“Bisa dibayangkan, dengan kepatuhan seperti saat ini, berpotensi untuk penemuan masalah yang sangat besar, yaitu 15.750 OTG yang perlu diisolasi, 5.250 orang sakit corona yang perlu opname dan ada 420 orang di Banjarmasin yang dikhawatirkan meninggal dunia karena Covid-19,” kata Dharma.

Karena itu, Dharma mengajak seluruh masyarakat, mematuhi imbauan pemerintah untuk memutus mata rantai penularan virus corona, yakni tetap di rumah. Namun, bila terpaksa keluar rumah untuk urusan yang mendesak dan penting, harus menggunakan masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta rajin cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer.

“Dengan disiplin mematuhi imbauan itu, Covid-19 segera tuntas dan pertumbuhan ekonomi kembali pulih. Namun, jika tidak patuh, maka kesakitan, kematian dan kemiskinan sudah siap menghampiri kita,” ujarnya.


Editor : Abay Fadillah Akbar