Ratusan Orang Reaktif Rapid Test, Pasar di Banjarmasin Disemprot Disinfektan

Deny M Yunus ยท Minggu, 17 Mei 2020 - 11:15 WIB
Ratusan Orang Reaktif Rapid Test, Pasar di Banjarmasin Disemprot Disinfektan
Penyemprotan disinfektan di Pasar Lima Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

BANJARMASIN, iNews.id - Tim Gugus Tugas Percepatan Penangan (TGTPP) Covid-19 Kalsel, melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah pasar di Kota Banjarmasin, Minggu (17/5/2020). Seperti di Pasar Baru Permai, Pasar Lima, Pasar Sudimampir, serta Pasar Ujung Murung.

Penyemprotan ini dilakukan, setelah hasil rapid test di enam pasar di Banjarmasin didapati sebanyak 129 orang dinyatakan reaktif pada Sabtu (16/5/2020). Ke enam pasar itu, Pasar Lima, Pasar Sudimampir, Pasar Lokasi, Pasar Pekauman, Pasar Lama dan Pasar Binjai.

Ketua Harian TGTPP Covid-19 Kalsel, Abdul Haris Makkie mengatakan, penyemprotan ini salah satu upaya memutus mata rantai penularan virus corona. “Saya juga sudah perintahkan ke petugas di kabupaten/kota. Khususnya yang melaksanakan PSBB, untuk melakukan penyemprotan seperti ini di titik-titik rawan penyebaran virus corona. Setidaknya dua hari sekali,” kata Haris Makkie.

Apalagi, berdasarkan teori epidemiologi, adanya ratusan orang yang reaktif berdasarkan rapid test di Banjarmasin, maka ada prediksi lebih banyak lagi orang yang terpapar virus corona.

Menurut Haris Makkie, selain melakukan penyemprotan, petugas juga diminta mengedukasi masyarakat. “Kita berharap, masyarakat semakin mentaati protokol pencegahan dan penanganan Covid-19 seperti jaga jarak, pakai masker dan tetap di rumah. Serta rajin mencuci tangan,” ujarnya.

Haris Makkie juga mengimbau masyarakat untuk tidak takut melapor atau memeriksakan diri. Selain itu, Haris Makkie juga meminta masyarakat tidak khawatir bila ada anggota keluarganya yang harus menjalani karantina khusus.

Menurutnya, karantina khusus yang disediakan Pemprov Kalsel, tempatnya cukup layak, bahkan nyaman seperti hotel bintang satu.

“Tidak ada suasana mencekam. Kami semaksimal mungkin melayani mereka yang menjalani karantina. Karena itu, jangan khawatir,” katanya.

Selain itu, bagi kepala keluarga yang dikarantina, maka keperluan keluarganya turut dijamin pemerintah.


Editor : Abay Fadillah Akbar