Polisi Ungkap Perampokan Berkedok Ojek Online di Banjarmasin

Antara ยท Senin, 06 Juli 2020 - 10:47 WITA
Polisi Ungkap Perampokan Berkedok Ojek Online di Banjarmasin
Ilustrasi. (Foto Okezone).

BANJARMASIN, iNews.id - Polsek Banjarmasin Tengah (Banteng), Banjarmasin, Kalimantan Selatan mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan atau perampokan. Pelaku bernama Agustisnor alias Agus (35) merampok dengan kedok pura-pura sebagai ojek online.

"Pelaku saat beraksi menggunakan jaket ojek online agar korbannya tidak curiga," ucap Kapolsek Banjarmasin Tengah, Kompol Irwan Kurniadi di Banjarmasin, Minggu (5/7/2020).

Dia mengatakan pelaku diduga sering melakukan aksinya dan baru kali ini berhasil ditangkap korbannya. Pelaku tertangkap pada Jumat (3/7/2020) siang, sekitar pukul 11.30 WITA di Jalan Gunung Sari VI Kelurahan Teluk Dalam, Kecamatan Banjarmasin Tengah.

Dia menjelaskan kronologi kejadian berawal saat korban berjalan menuju masjid untuk melaksanakan solat Jumat bersama dengan temannya.

Tiba-tiba pelaku datang dengan menggunakan sepeda motor berpura-pura meminjam handphone korban dengan alasan mau menelepon. Namun korban memperlihatkan telepon selulernya dalam keadaan mati.

Mengetahui hal tersebut, pelaku langsung merampas HP milik korban dengan langsung memacu motornya. Secara spontan korban pun memegang bagian belakang motor pelaku guna mempertahankan miliknya hingga terseret.

Kehilangan keseimbangan akibat pegangan pada belakang sepeda motor, pelaku bersama motornya terjatuh. Saat itu juga teman korban yang melihat kejadian tersebut langsung menangkap pelaku.

Polsek Banjarmasin Tengah membawa pelaku dan barang bukti guna proses lebih lanjut. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka lecet di bagian bahu dan kaki sebelah kanan.

"Agus saat ini sudah kami amankan di Polsek guna pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut atas perbuatannya melakukan pencurian dengan kekerasan diduga berkedok ojek oline," ujar Kapolsek.

Atas perbuatan itu, tersangka dijerat Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. "Kasus ini terus kami dalami untuk mengetahui apakah pelaku bermain sendiri atau ada jaringan lainnya," ujar dia.


Editor : Faieq Hidayat