Pakar Minta Pemkot Banjarmasin Tunda Belajar Tatap Muka di Sekolah

Antara ยท Senin, 16 November 2020 - 11:11:00 WITA
Pakar Minta Pemkot Banjarmasin Tunda Belajar Tatap Muka di Sekolah
Ilustrasi belajar tatap muka di sekolah. (Foto Antara).

BANJARMASIN, iNews.id - Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan diminta tunda pembukaan belajar tatap muka sekolah. Pasalnya pandemi Covid-19 belum betul-betul terkendali.

"Sebuah langkah yang bijak untuk menyelamatkan kepentingan publik. Jadi kebijakan ini mesti ditimbang ulang," kata Anggota Tim Pakar Universitas Lambung Mangkurat (ULM) untuk Percepatan Penanganan Covid-19 Hidayatullah Muttaqin di Banjarmasin, Minggu (15/11/2020).

Diketahui Kota Banjarmasin melakukan simulasi pembelajaran tatap muka pada empat SMP mulai hari ini Senin (16/11). Rencana pembukaan sekolah ini dilandasi pandemi sudah melandai, bahkan ada klaim sebagian besar kelurahan sudah berada dalam zona hijau.

Menurut Muttaqin, untuk memahami apakah pandemi sudah melandai tidak dapat hanya dengan melihat penurunan kasus baru. Ada dua indikator utama yang harus diperhatikan berdasarkan kriteria Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yaitu jumlah sampel tes dan positive rate atau tingkat kasus positif Covid-19.

Berdasarkan standar WHO, kata dia, jumlah sampel tes Covid-19 yang diambil setiap minggu minimal 1/1000 penduduk. Untuk Kota Banjarmasin berarti minimal 700 sampel tes usap per minggunya atau sekitar 2.800 sampel per bulannya.

Ketika pengambilan sampel tes sangat kecil, maka hasilnya tidak dapat menggambarkan kondisi riil. Konsekuensi kecilnya jumlah sampel adalah angka positive rate menjadi sangat tinggi.

"Berdasarkan kajian yang saya lakukan terhadap perkembangan data kasus baru dan jumlah sampel harian baik pada level nasional dan di sejumlah daerah di Kalimantan Selatan. Terdapat indikasi penurunan jumlah kasus baru positif karena turunnya jumlah sampel tes bukan karena pandemi sudah terkendali," katanya.

Editor : Faieq Hidayat

Halaman : 1 2 3