Mengingat Peristiwa 23 Mei, Kerusuhan Jumat Kelabu di Banjarmasin

Okezone, Fadel Prayoga ยท Sabtu, 23 Mei 2020 - 15:36 WIB
Mengingat Peristiwa 23 Mei, Kerusuhan Jumat Kelabu di Banjarmasin
Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Tanggal 23 Mei menjadi catatan kelam wilayah Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Saat itu tahun 1997, kerusuhaan massal terjadi menyusul kampanye partai Golkar pada hari terakhir putaran kampanye PPP menjelang pemilu.

Dikutip dari Wikipedia.org, dilihat dari skala kerusuhan dan jumlah korban serta kerugiannya, peristiwa itu kemudian disebut sebagai Jumat Membara atau Jumat Kelabu. Kejadia itu termasuk salah satu kerusahaan terbesar dalam sejarah Orde Baru.

Namun, akibat ketertutupan pemerintah, tidak ada laporan yang akurasinya bisa dipercaya penuh mengenai apa yang sesungguhnya terjadi di lapangan pada waktu itu. Dibandingkan dengan skalanya, berita-berita pers sangat terbatas dan tidak sebanding.

Tanggal 23 Mei 1997 kebetulan jatuh pada hari Jumat. Pada hari itu berlangsung putaran terakhir masa kampanye Pemilu 1997, yang secara kebetulan merupakan hari kampanye Golkar.

Menurut rencana semula, setengah hari kampanye diawali dengan kampanye simpatik berupa pendekatan kepada kalangan bawah dengan target operasi buruh, pengojek, dan tukang becak. Kemudian, setengah hari berikutnya, usai ibadah Jumat, kampanye akan dilanjutkan dengan panggung hiburan rakyat di lapangan Kamboja.

Pada acara tersebut akan hadir Menteri Sekretaris Kabinet (Mensekkab) Saadilah Mursjid, Ketua MUI KH Hasan Basri, dan artis-artis ibu kota. Rencana itu tidak pernah terwujud, karena yang terjadi kemudian malapetaka berupa kerusuhan massal.


Editor : Nani Suherni