Masyarakat Dayak Diharapkan Bisa Terlibat Pembahasan Geopark Meratus
BANJARMASIN, iNews.id - Masyarakat adat Dayak Meratus diharapkan bisa terlibat dalam pembahasan Geopark Meratus. Hal ini disampaikan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN).
Ketua Pengurus Wilayah AMAN Kalimantan Selatan Rubi Juhu mengatakan pengelolaan Geopark Meratus seharusnya bersifat terbuka. Hal ini agar tidak menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat.
"Seharusnya pemerintah dan pihak pengelola melakukan 'padiatapa' yang artinya harus membuat perencanaan yang melibatkan semua agar tujuan, maksud, dan manfaat dapat diketahui oleh semua masyarakat," kata Rubi, Kamis (29/8/2022).
Dia mengungkapkan keberadaan masyarakat adat Dayak Meratus sudah terbukti mampu mengelola wilayahnya, hidup, dan berkehidupan sejak Indonesia belum merdeka hingga sekarang. Sejak 2018 lalu, Pegunungan Meratus telah ditetapkan sebagai kawasan geopark nasional.
Indonesia tercatat telah memiliki beberapa geopark yang mendapatkan status UNESCO Global Geopark (UGG), seperti Geopark Gunung Batur, Geopark Gunung Sewu, dan Geopark Rinjani.
Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) Itje Chodidjah menuturkan Geopark Meratus sedang dalam proses diajukan untuk mendapatkan status sebagai UGG. Terkait proses itu, komite tengah menunggu dossier atau berkas yang paling lambat diselesaikan November 2022.
Saat ini, Badan Pengelola Geopark Meratus kini telah menyiapkan 11 geosite berkelas internasional dan 22 geosite nasional lengkap dengan keanekaragaman flora, fauna, seni budaya, hingga kuliner.
Editor: Nani Suherni