Kisah Misteri Kota Tak Terlihat di Pohon Setia Raja Danau Melintang
Putra mahkota kemudian kembali ke ibu kota Kerajaan Kutai dan menceritakan kisahnya kepada Sultan. Cerita itu pun direspons dan meminta putra mahkota kembali ke Danau Melintang menyampaikan kabar persetujuannya.
“Bawa tongkat ini sebagai tanda bahwa mereka sudah menjadi bagian dari Kerajaan Kutai dan bisa mengabdikan diri,” kata Sultan seperti ditirukan Hery.
Putra Mahkota kemudian kembali ke Danau Melintang dan menemui makhluk gaib. Tongkat tadi kemudian ditancapkan di tempat mereka dicegat saat pertama kali berjumpa.
Tongkat itu kemudian menjadi perkampungan gaib sebagai simbol kesetiaan mereka kepada raja. Di kawasan itu tumbuh pohon rengas yang kini disebut sebagai pohon setia raja.
“Itu menjadi penanda kesetiaan mereka kepada sultan dan kini menjadi kota gaib yang besar, megah, dan modern,” kata Hery.
Sebagai orang asli Kutai, Hery meyakini kebenaran kisah tersebut. Apalagi sudah banyak orang yang menyaksikan kemegahan kota gaib itu.
Suatu hari, Hery bercerita, rumahnya kedatangan tamu dari Kota Tenggarong. Rumah Hery saat itu masih berbentuk rakit yang mengapung dan menjadi ciri khas rumah warga Desa Muara Enggelam dahulu kala.
Saat subuh, istri Hery yang hendak menuju dapur sempat melihat tamunya berbaring di ruang tamu. Tak lama berselang, dia menoleh dan tak melihat tamunya.
“Istri saya langsung mencari keberadaan tamu itu ke seluruh penjuru rumah namun tak kunjung ketemu. Tak lama berselang tiba-tiba sudah ada berbaring lagi di ruang tamu,” ujarnya.
Editor: Nani Suherni