get app
inews
Aa Text
Read Next : Duh! Ibu Tega Setrika Anak Kandung di Pangkalpinang Hanya gegara Perkara Makanan

Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan di Banjarmasin Tinggi selama Pandemi Covid-19

Kamis, 02 Juli 2020 - 16:08:00 WITA
Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan di Banjarmasin Tinggi selama Pandemi Covid-19
Ilustrasi. Foto: iNews/Andi Ebha)

BANJARMASIN, iNews.id - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan mencatat kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan masih tinggi. Setiap bulannya selalu menerima aduan 5 kasus tersebut selama pademi Covid-19.

"Kalau dirata-rata, ada sekitar 5 kasus setiap bulannya. Bahkan cenderung naik di masa pandemi Covid-19," kata Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Banjarmasin Iwan Fitriadi, Kamis (2/7/2020).

Menurut Iwan, rata-rata kasus itu dilatarbelakangi masalahan ekonomi, orang tua menjadi cepat emosi, hingga berbuat kekerasan kepada anak atau istri.

"Apalagi di masa pandemi Covid-19 ini kan, ekonomi masyarakat memang banyak yang turun drastis, hingga agak stres memikirkan kelangsungan hidup. Jadi cepat emosi terhadap anak dan istri, terjadilah tindakan kekerasan," katanya.

Dia mengapresiasi masyarakat yang sigap dalam melaporkan adanya kekerasan terhadap anak dan perempuan. Sehingga petugas menangani cepat agar tidak sampai menjadi korban jiwa.

Sebab, kata dia, saat ini Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Banjarmasin gencar menyosialisasikan agar jika terjadi tindak kekerasan terhadap anak dan perempuan. Apabila terjadi kasus tersebut agar segera laporkan ke instansinya baik secara langsung atau lewat call center 082250453333.

Banyaknya aduan, kata Iwan, ini bisa dikatagorikan positif bisa juga negatif. Positifnya sudah banyak masyarakat aktif dalam mengadukan adanya tindakan kekerasan terhadap anak dan perempuan ini. Negatifnya kekerasan terhadap anak dan perempuan di daerah ini terlihat jelas masih banyak.

Bahkan, kata dia, tidak sedikit yang harus dibawa ke ranah hukum, karena tidak ada titik temu untuk berdamai.

"Kita dalam menghadapi masalah kekerasan terhadap anak dan perempuan ini mengedepankan perdamaian. Tapi kalau tidak bisa, kita serahkan ke ranah hukum," ujar Iwan.

Editor: Faieq Hidayat

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut