Kapolda Kalsel Ungkap Kronologi Penangkapan 4 Pelaku Jaringan Narkoba dari Malaysia

Deny M Yunus ยท Jumat, 07 Agustus 2020 - 11:28 WITA
Kapolda Kalsel Ungkap Kronologi Penangkapan 4 Pelaku Jaringan Narkoba dari Malaysia
Kapolda Kalsel Irjen Nico Afinta menggelar konferensi pers pengungkapan kasus narkoba jaringan asal Malaysia. Jumat (7/8/2020) (Foto iNews/Deny M Yunus).

BANJARMASIN, iNews.id - Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Nico Afinta mengungkap kronologi kasus narkoba jenis sabu-sabu 300 kilogram dari jaringan Malaysia. Dalam kasus tersebut, 4 orang pelaku berinisial AY, N, A dan R ditangkap polisi.

Kasus narkoba jaringan asal Malaysia itu terungkap bermula dari pengembangan pada Maret 2020. Ketika itu petugas menangkap pelaku yang memiliki sabu-sabu sebanyak 208 kilogram.

"Kami kemudian melapor ke Kapolri dan Kabareskrim. Kemudian dibentuklah tim Satgasus Merah Putih untuk menindaklanjuti kelompok jaringan yang diduga dari Malaysia itu," ujar Nico saat konferensi pers di Mapolda Kalsel, Jumat (7/8/2020).

Selanjutnya, kata dia, ketika melakukan penyelidikan mendapat informasi ada barang haram tersebut masuk melalui Provinsi Kalimantan Utara pada 8 Juli 2020.

"Setelah berkoordinasi dengan Polda Kaltara dan berhasil mengidentifikasi jika barang tersebut akan masuk pada 4 Agustus 2020," kata dia.

Pada 4 Agustus 2020, kemudian polisi meringkus dua pelaku berinisial AY dan N di Tanjung Selor, Kaltara. "Mereka mengaku jika barang itu akan masuk ke Banjarmasin," ujarnya.

Hingga pada akhirnya, polisi menangkap 2 pelaku lain berinisial A dan R di Hotel Sienna Inn, Jalan Teluk Dalam, Banjarmasin Tengah, Kamis (6/8/2020) kemarin. Saat penangkapan barang bukti dibungkus dalam 10 karung.

"Setelah dihitung ulang ternyata jumlah sabunya sebanyak 300 kilogram. Turut disita mobil yang digunakan pelaku dan uang Rp5 Juta," kata dia.

Meski begitu, Nico meminta jajaran Polda Kalsel tidak akan berhenti mengungkap kasus narkoba. Dia akan terus mendalami kasus ini karena potensi penyelundupan narkoba masih cukup besar.


Editor : Faieq Hidayat