Indonesia Tolak Rekomendasi WHO terkait Legalisasi Ganja

Irfan Ma'ruf ยท Sabtu, 27 Juni 2020 - 13:42 WIB
Indonesia Tolak Rekomendasi WHO terkait Legalisasi Ganja
Tanam ganja, nama latinnya Cannabis Sativa (foto: ist)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah menolak menyetujui rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait legalisasi ganja. Sebab ganja masuk dalam golongan narkotika atau obat-obatan terlarang.

Penolakan itu berdasarkan rapat bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) dengan Bareskrim Mabes Polri, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), dan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM).

Dirtipid Narkoba Bareskrim Mabes Polri, Brigjen Krisno Halomoan Siregar mengatakan ganja yang tumbuh di Indonesia berbeda di negara lain seperti Eropa dan Amerika.

"Perbedaannya dari hasil penelitian bahwa ganja di Indonesia memiliki kandungan THC yamg tinggi (18 %) dan CBD yang rendah (1%). Kandungan THC itu sangat berbahaya bagi kesehatan karena bersifat Psikoaktif," kata Krisno dalam keterangannya, Sabtu (27/6/2020).

Menurut Krisno, ganja bisa digunakan untuk obat epilepsi tapi bukan ganja di Indonesia. Namun ganja di Indonesia tidak memenuhi persyaratan tersebut.

"Ganja yang tumbuh di Indonesia bukanlah jenis ganja yng dapat digunakan untuk pengobatan," katanya.

Dia menjelaskan penyalah guna ganja akan lebih berbahaya jika dilegalkan. Banyak masyarakat akan menjadi korban.

"Data penegakan hukum Ditipid Narkoba dan jajaran serta BNN terhadp kasus ganja cukup besar setiap tahunnya, belum lagi pelaku yang tidak tertangkap. Adanya aturan UU yang tegas saja banyak warga negara yang masih melanggar, apalagi jika ganja dilegalkan maka akan lebih banyak lagi penyalahgunaan ganja dengan dalih apapun," ucapnya.


Editor : Faieq Hidayat