Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW dengan Meneladani Akhlak Rasulullah

Kastolani · Rabu, 28 Oktober 2020 - 21:02:00 WITA
Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW dengan Meneladani Akhlak Rasulullah
Ilustrasi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. (Foto: ist)

JAKARTA, iNews.id - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awwal dalam kalender Hijriah tahun ini bertepatan Kamis, 29 Oktober 2020. Memeringati Maulid Nabi mengandung hikmah besar yakni, sebagai sarana untuk mengambil uswah atau meneladani akhlak Rasulullah SAW.

Tujuan dari memeringati Maulid Nabi SAW adalah dalam rangka menampakkan kegembiran atas kelahiran Sang Nabi mulia.

Pengungkapan rasa gembira itu memang dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan anugerah dari Tuhan. Sebagaimana firman Allah SWT :

قُلْ بِفَضْلِ اللّٰهِ وَبِرَحْمَتِهٖ فَبِذٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوْاۗ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُوْنَ

Katakanlah (Muhammad), sebab fadhal dan rahmat Allah (kepada kalian), maka bergembiralah kalian. (QS Yunus, 58).

Isnan Ansory dalam bukunya Pro Kontra Maulid Nabi menyebutkan, Syaikh as-Sayyid Zain Aal Sumaith, dalam karyanya Masail Katsuro Haulaha an-Niqosy wa al-Jidal, mendefinisikan maulid Nabi Muhammad yakni, memperingati hari kelahiran Rasulullah dengan menyebut-nyebut kisah hidupnya, dan setiap tanda-tanda kemulian dan mu’jizat sang Nabi Saw dalam rangka mengagungkan kedudukannya, dan menampakkan kegembiraan atas kelahirannya.

Diutusnya Rasulullah tidak lain untuk memperbaiki akhlak manusia. Masyarakat Arab jahiliah waktu itu seolah tidak mengenal akhlak. Mereka memperlakukan budak seenaknya dan merendahkan martabat perempuan.

Misi Nabi itu dijelaskan dalam Alquran sebagai rahmat untuk semesta alam.

وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ

"Dan tiadalah Kami (Allah) mengutus engkau (Muhammad), kecuali untuk menjadi rahmat bagi semesta alam" (QS. Al-anbiya 21/107).

Ibnu Katsir menjelaskan, melalui ayat ini Allah SWT. memberitahukan bahwa Dia menjadikan Muhammad Saw. sebagai rahmat buat semesta alam. Dengan kata lain, Dia mengutusnya sebagai rahmat buat mereka. Maka barang siapa yang menerima rahmat ini dan mensyukurinya, berbahagialah ia di dunia dan akhiratnya. Dan barang siapa yang menolak serta mengingkarinya, maka merugilah ia di dunia dan akhiratnya.

Dijelaskan sendiri oleh Nabi SAW dalam satu riwayat Hadis Sahih: "Sesungguhya aku diutus untuk meyempurnakan akhlak yang mulia." Innama bu'itstu liutammima makarimal akhlaq (HR Bukhari).

Editor : Kastolani Marzuki