Hampir Sebulan Dikarantina Khusus, Suami Istri dan Anak di Banjarbaru Sembuh dari Covid-19

Deny M Yunus ยท Sabtu, 13 Juni 2020 - 21:30 WIB
Hampir Sebulan Dikarantina Khusus, Suami Istri dan Anak di Banjarbaru Sembuh dari Covid-19
Suasana pemulangan pasien sembuh Covid-19 di Gedung Diklat Pemprov, Banjarbaru, Kalsel.

BANJARBARU, iNews.id - Tiga orang sekeluarga di Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah hampir satu bulan menjalani karantina khusus di Gedung Diklat Pemprov Kalsel. Keluarga ini terdiri atas pasangan suami istri dan seorang anak mereka.

Penyintas Covid-19, Ahmad mengatakan, sempat dilanda rasa jenuh selama dikarantina bersama istri dan anaknya. Namun, dia bisa melaluinya dengan berbagai aktivitas bersama penghuni lain di gedung karantina khusus tersebut.

“Awalnya memang sempat jenuh, tapi ya akhirnya hilang dengan sendirinya. Karena dibawa berolahraga, seperti main tenis meja, futsal, badminton dan lari-lari kecil. Jadi selama di sini kami merasa lebih sehat dan tidak stres,” kata pria asal Karang Putih, Binuang, Kabupaten Tapin ini, Sabtu (13/6/2020).

Ahmad mengatakan, dirinya bersama istri dan seorang putrinya berusia enam tahun menjalani karantina khusus di Ambulung sejak awal Mei 2020, setelah mereka dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

Namun, setelah dua kali menjalani swab terakhir dan hasilnya negatif, hanya Ahmad dan putrinya yang diperbolehkan pulang. Sedangkan istrinya masih menunggu hasil uji swab berikutnya.

Menurut pria yang merupakan pekerja di perusahaan pertambangan ini, dia terinfeksi virus corona dari seorang putranya yang ikut kegiatan keagaaman di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Awalnya, hanya putranya tersebut yang menjalani uji swab oleh petugas puskesmas di Binuang.

Setelah putra pertamanya itu dinyatakan positif, dia dan istri serta dua anaknya yang lain menjalani rapid test. Hasilnya, dia dan istrinya serta putrinya, dinyatakan reaktif. Sedangkan putranya yang kedua nonreaktif. Dia dan istri serta putrinya harus menjalani karantina khusus di Kabupaten Tapin.

“Waktu anak saya yang klaster Gowa itu positif, dia dikarantina di sini (Ambulung). Saya, istri dan anak saya ini kan reaktif rapid test-nya, kami dikarantina di Binuang pada April lalu selama 21 hari,” ujar Ahmad.

Setelah karantina di Ambulung, putra sulungnya itu sembuh dan dibolehkan pulang. Sementara hasil tes swab Ahmad, istri dan putrinya, masih positif. Ketiganya mesti menjalani karantina khusus di Ambulung, Banjarbaru.

Selama di Ambulung, Ahmad mengaku mendapat pelayanan cukup baik, mulai dari makanan sampai pemeriksaan kesehatan. Bahkan, putrinya pun tidak rewel selama menjalani karantina.

Selain Ahmad dan putrinya, total ada 11 orang peserta karantina khusus di Ambulung yang hari itu diperbolehkan pulang. Mereka terdiri atas tujuh orang asal Kabupaten Tapin; dua dari Barito Kuala; Banjar satu, dan Tanah Bumbu satu orang.

Mereka yang dinyatakan telah sembuh dari Covid-19 ini dilepas oleh Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kalsel, Abdul Haris Makkie. Wakil Ketua Harian TGTPP Covid-19 Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq juga ikut mendampingi.

“Untuk yang belum bisa pulang, mohon bersabar dan mohon tetap jaga ketertiban dan melaksanakan protocol kesehatan. Begitu pula yang sudah boleh pulang, tetap menjalankan protocol kesehatan. Pakai masker bila keluar rumah, jaga jarak dan rajin cuci tangan,” kata Abdul Haris Makkie.

Berdasarkan data yang dirilis Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kalsel, jumlah kasus di provinsi ini hingga Sabtu (13/6/2020) sore mencapai 1.817 orang terkonfirmasi positif. Jumlah ini setelah ada penambahan 123 positif baru dibanding sehari sebelumnya.

Tambahan positif Covid-19 itu berasal dari Banjarmasin 37 orang; Barito Kuala 25 orang; Banjar 19 orang; HSU 15 orang; Balangan 10 orang; Tabalong tujuh orang; Tanah Laut lima orang dan Banjarbaru tiga orang. Kemudian Tapin, Hulu Sungai Selatan (HSS) dan (HST) masing-masing satu orang.

Dari 1.817 kasus ini, sebanyak 1.495 orang merupakan pasien positif dalam perawatan di sejumlah rumah sakit atau menjalani karantina khusus dan isolasi mandiri.

Sementara untuk yang sembuh menjadi 202 orang, setelah ada penambahan sebanyak 20 orang dari sehari sebelumnya. Mereka yang sembuh ini, sebanyak 11 orang sebelumnya menjalani karantina khusus di Ambulung Banjarbaru dan karantina khusus di Tabalong satu orang. Kemudian, dirawat di RSUD Abdul Aziz Marabahan empat orang dan RSUD Boejasin Pelaihari satu orang.

Sedangkan yang meninggal dunia juga mengalami penambahan sebanyak empat orang. Rinciannya, dua pasien positif di Kabupaten Banjar dan dua dari Kota Banjarmasin. Jumlah yang meninggal dunia akibat Covid-19 di Kalsel, kini mencapai 120 orang.

Selanjutnya pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 252 orang dan orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 889 orang.


Editor : Abay Fadillah Akbar