Hikmah

Doa Doa Rebo Wekasan Lengkap dengan Artinya agar Dijauhkan dari Marabahaya

Kastolani · Selasa, 20 September 2022 - 17:41:00 WITA
Doa Doa Rebo Wekasan Lengkap dengan Artinya agar Dijauhkan dari Marabahaya
Doa doa Rebo Wekasan yang bisa diamalkan Muslim agar dijauhkan dari marabahaya. (Foto: Freepik)

JAKARTA, iNews.id - Doa doa Rebo Wekasan yang merupakan hari Rabu terakhir di Bulan Safar patut dipanjatkan Muslim. Tujuannya untuk meminta kepada Allah SWT agar diberikan kesehatan dan keselamatan serta dijauhkan dari marabahaya.

Rabu Wekasan jatuh pada Hari Rabu, 21 September 2022. Sebagian masyarakat Nusantara, khususnya di Jawa, melakukan ritual khusus di Rebo Wekasan untuk menolak bala' atau musibah yang dipercaya turun di hari itu.

Namun, Muslim tidak boleh berperasangka buruk (tasya’um) pada hari tertentu. Kaum Jahiliyyah dahulu memiliki mitos bahwa bulan Shafar adalah hari buruk dan sial. 

Firman Allah SWT

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الأرْضِ وَلا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا}

Artinya: Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (QS. Al-Hadid: 22)

Rasulullah Saw juga telah meluruskan mitos terkait kesialan di Rebo terakhir Bulan Syaban tersebut. Nabi SAW bersabda:

لا عدوى ولا طيرة ةلا هامة ةلا صفر وفر من المجذوم كما تفر من الأسد

Artinya: Tidak ada wabah (yang menyebar secara sendirinya), tidak pula ramalan sial, tidak pula burung hantu dan juga Safar. Menghindarlah dari penyakit kusta sebagaimana engkau menghindari singa.”

Doa Doa Rebo Wekasan

Bermuhasabah sesungguhnya tidak memiliki waktu tertentu termasuk di Rebo Wekasan akhir bulan Safar. Sebab tidak ada istilah “hari sial” dalam pandangan syari’at.

Namun, sebagian ulama menganjurkan untuk melakukan amaliyyah atau amalan dan doa khusus di hari Rabu Wekasan. Di antaranya shalat sunah mutlak sebanyak 4 raka’at, membaca doa dan sholawat, serta membaca Surat Yasin. 

Editor : Kastolani Marzuki

Bagikan Artikel: