Deretan Peninggalan Kerajaan Banjar, Ada Masjid Tertua di Kalimantan Selatan

Amelia Ayu Aldira ยท Senin, 03 Oktober 2022 - 21:20:00 WITA
Deretan Peninggalan Kerajaan Banjar, Ada Masjid Tertua di Kalimantan Selatan
Kerajaan Banjar termasuk salah satu kerajaan yang pernah eksis pada masa lalu. (Foto: banjarmasinkota.go.id).

BANJARMASIN, iNews.id - Peninggalan Kerajaan Banjar dari sudut pandang arkeologi merupakan eksistensi pendukung budaya masa lalu yang sudah tidak eksis lagi dapat direkonstruksi berdasarkan peninggalan yang masih ada hingga saat ini. Kerajaan Banjar termasuk salah satu kerajaan yang pernah eksis pada masa lalu.

Peninggalan fisik yang dari masa lalu digolongkan dalam dua jenis, yaitu bersifat monumental dan artefaktual. Monumental biasanya berupa bangunan, seperti candi, masjid, istana, tempat tinggal dan gapura. 

Sedangkan artefaktual, tinggalan-tinggalan yang mudah berpindah atau mudah dipindahkan, seperti alat-alat rumah tangga, sisa-sisa bahan bangunan, keramik, buku dan sebagainya.

Kerajaan Banjar mulai muncul pada awal abad ke-16 Masehi dengan raja pertama, Sultan Suriansyah. Nama lain dari Kerajaan Banjar, yaitu sebutan Kerajaan Banjarmasin atau Kesultanan Banjar. 

Kerajaan Banjar berdiri pada 24 September 1526 sebagai kerajaan Islam (Saleh 1981/1982). Kerajaan Banjar bisa dikatakan sebagai kerajaan terbesar sepanjang masa karena berbagai alasan, salah satunya karena perang VOC dan Kolonialisme Belanda, wilayah kerajaan berkurang hingga seluas Kalimantan Selatan dan daerah Kalimantan Tengah di sepanjang aliran Sungai Barito. 

Perang tersebut, hanya sedikit peninggalan fisik Kerajaan Banjar yang bersifat monumental yang masih tersisa. 

Berikut beberapa peninggalan Kerajaan Banjar:

1. Masjid Sultan Suriansyah

Didirikan pada masa Sultan Suriansyah yang memerintah sejak awal abad ke-16 Masehi dan masjid ini yang paling terkenal di Kota Banjarmasin. Masjid tersebut merupakan yang tertua di Kalimantan Selatan.

Masjid Sultan Suriansyah beberapa kali mengalami perubahan pada masa-masa berikutnya. Adanya prasasti berhuruf Arab Melayu yang salah satunya menyebut angka 1142 dan 1296 Hijriah ini menjadi salah satu bukti, masjid tersebut pernah mengalami perbaikan.

Saat ini, bentuk atapnya tumpang tiga, bagian kemuncuk runcing dan tidak menggunakan kubah sebagaimana masjid zaman sekarang.

2. Makam Raja-raja dan Ulama

Terletak di 200 meter di sebelah barat Masjid Sultan Suriansyah. Karakteristik bangunan ini memiliki kaki candi Hindu, seperti berbentuk pelipit dan sisi genta serta kompleks makam ini dikelilingi oleh pagar bata. 

Kompleks makam ini belum diketahui jelas kapan dan oleh siapa dibangun. Ada yang menduga, dulunya kompleks makam ini merupakan kompleks istana yang sudah hancur kemudian diubah menjadi makam. 

Selain bangunannya dikelilingi pagar bata, terdapat juga parit yang mengelilingi kompleks makam tersebut yang berfungsi sebagai saluran pembuangan air saja.

Kompleks makam terdapat tiga makam raja, yaitu Sultan Suriansyah, Rakhmatullah dan Hidayatullah. Ketiga raja tersebut memiliki nisan yang berbeda-beda, ada yang berbentuk gada dan ada juga yang tipe Aceh. 

Raja-raja itu yang memerintahkan ketika ibu kota masih berada di Banjarmasin. Kompleks makam juga terdapat makam ulama dan pembesar kerajaan serta makam masyarakat biasa. 

Cara membedakannya, makam raja, ulama dan anggota keluarga kerajaan ditempatkan di bawah yang cungkup besar hasil pemugaran, sedangkan maskam masyarakat umum diletakkan di luar cungkup tersebut. 

Peninggalan yang paling utama memang kompleks makam raja-raja dan masjid sudah berkali-kali direnovasi 

Editor : Kurnia Illahi

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: