BNN Kalsel: Selamatkan Bonus Demografi dari Ancaman Narkoba

Antara ยท Senin, 29 Juni 2020 - 08:09 WIB
BNN Kalsel: Selamatkan Bonus Demografi dari Ancaman Narkoba
Kepala BNNP Kalsel Brigjen Pol Mohamad Aris Purnomo. (Foto Antara).

BANJARMASIN, iNews.id - Indonesia akan mengalami bonus demografi pada tahun 2030-2040. Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Selatan (BNNP Kalsel) mengingatkan semua pihak bonus demografi harus diselamatkan dari ancaman narkoba.

"Musuh nyata yang kini menghancurkan generasi penerus bangsa adalah narkoba. Jangan sampai bonus demografi pada 2030 jadi sia-sia karena kita tak mampu menghasilkan sumber daya manusia unggul," kata Kepala BNNP Kalsel Brigjen Pol Mohamad Aris Purnomo di Banjarmasin, Minggu (29/6/2020) malam.

Aris menyebut genderang perang terhadap peredaran narkoba harus terus ditabuh. Negara tak boleh kalah dengan jaringan pengedar yang segala modus operandinya memasok barang haram tersebut ke Indonesia.

Begitu juga upaya pencegahan, kata dia, masyarakat harus terus diberikan edukasi agar tak sampai mengonsumsi narkoba atau terbujuk rayu ikut mengedarkan dengan iming-iming mendapatkan uang.

"Kuncinya adalah bagaimana kita bisa mencegah orang tidak menggunakan narkoba. Jika jumlah pengguna dapat ditekan, maka secara otomatis peredaran turun. Prinsipnya, narkoba tidak akan laku jika tak ada permintaan dari pemakainya," kata dia.

Di Kalimantan Selatan, ucap Aris, jumlah penyalah guna narkoba cenderung turun pada tiga tahun terakhir. Hal itu dapat terlihat dari angka prevalensi, yaitu 1,3 persen atau turun dari Tahun 2017 dengan prevalensi 1,97 persen.

Artinya, jika jumlah penduduk Kalsel usia dewasa sekitar 3.250.000 jiwa, maka penyalah guna saat ini lebih kurang 53.000 orang. Sedangkan di Tahun 2017, diperkirakan penyalah guna mencapai lebih dari 79.000 orang.

"Sejalan dengan momen Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2020, tema yang diangkat BNN, yaitu "Hidup 100 persen", mari kita hidup sehat jasmani dan rohani, termasuk bebas narkoba, demi terwujudnya Indonesia sebagai negara maju Nomor 3 di dunia di Tahun 2030," katanya.

Seperti diketahui, bonus demografi pada 2030-2040 jumlah penduduk usia produktif (berusia 15-64 tahun) lebih besar dibandingkan penduduk usia tidak produktif (berusia di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun).

Penduduk usia produktif diprediksi mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk yang diproyeksikan sebesar 297 juta jiwa.


Editor : Faieq Hidayat