Berhenti jadi Guru Honorer, Perempuan Ini Sukses Jadi Pengusaha Anyaman Eceng Gondok

Antara ยท Senin, 13 September 2021 - 11:25:00 WITA
Berhenti jadi Guru Honorer, Perempuan Ini Sukses Jadi Pengusaha Anyaman Eceng Gondok
Warga HST Siti Nor Sehat yang sukses menjadi pengrajin anyaman dari bahan enceng gondok. (Foto: Antara/M Taupik Rahman)

"Memang tiap bulannya tidak menentu, namun rata-rata sekitar Rp6 juta per bulan dan kalau lagi banyak-banyaknya orderan bisa mencapai Rp20 juta per bulan," kata Ketua Gerakan Kewisausahaan Nasional HST tersebut.

Berkah dari eceng gondok, mengantarkan lulusan STAI Rakha Amuntai itu mengunjungi beberapa wilayah Indonesia sebagai pelatih kerajinan tangan.

"Selain di wilayah Kalsel, produk olahan kita juga sering dipamerkan di Pulau Jawa, Bali hingga Sumatera dan orderan sampai saat ini juga banyak dari Medan dan Manado," katanya.

Beberapa olahan kerajinan tangan dari bahan eceng gondok produksi Mujisela Galery tersebut adalah hiasan dekorasi rumah, tas, dompet, keranjang, kotak tisu dan placemats. Kalau harganya beragam, dari Rp10.000 hingga Rp100.000.

Selain eceng gondok, dia juga menggeluti anyaman dari bahan purun dan kulit jagung. Kalau banyak orderan, kadang kesulitan mencari pekerja karena kurang diminati.

Menurutnya, jika mau belajar dan tekun menggeluti usaha anyaman ini, potensi sangat besar untuk meningkatkan ekonomi. Karena bahan baku sangat melimpah di wilayah ini serta mudah dicari khususnya di wilayah rawa.

"Harapan saya ke depan, kerajinan tangan dari anyaman ini terus dapat berkembang dan didukung terus oleh pemerintah hingga produk kita dapat dipasarkan tidak hanya di luar pulau Kalsel, namun sampai ke luar negeri," tuturnya.

Editor : Nani Suherni

Bagikan Artikel: