Aliansi Rakyat Banua Lambung Mangkurat Kalsel Tolak RUU HIP

Zainal Hakim ยท Jumat, 10 Juli 2020 - 20:00 WIB
Aliansi Rakyat Banua Lambung Mangkurat Kalsel Tolak RUU HIP
Massa memenuhi jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin, menggelar aksi unjuk rasa menolak RUU HIP, Jumat (10/7/2020). (Foto: iNews/Zainal Hakim).

BANJARMASIN, iNews.id - Massa dari berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Banua Lambung Mangkurat (ARBAL) menggelar unjuk rasa di depan gedung DPRD Provinsi Kalsel, Jumat (10/7/2020) siang. Mereka melakukan aksi penolakan Rancangan Undang Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).

Dalam orasinya, mereka dengan tegas menyatakan dukungannya terhadap Maklumat Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nomor Kep-1240/DP-MUI/VI/2020 menyikapi RUU HIP. Seruan penolakan MUI pada RUU HIP karena tidak mencantumkan TAP MPRS 25/MPRS/1966 tentang Pembubaran PKI.

Meski sempat diguyur hujan, ratusan massa tak bergeming dari tempat aksi. Mereka rela basah-basahan memenuhi Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin, untuk menyampaikan aspirasi.

ARBAL yang tergabung dalam 38 ormas menyampaikan 7 pernyataan sikap. Diantaranya meminta kepada Presiden RI serta DPR RI untuk membatalkan RUU HIP.

Kemudian mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas inisiator dan konseptor RUU HIP, serta proses pidana kepada pihak-pihak yang berupaya mengganti Pancasila sebagai dasar negara dengan Trisila dan Ekasila.

“Pancasila yang sudah sesuai hajat dan ideologi Indonesia harus kita jaga. Ini adalah amanah MUI, amanat para ulama kita, jika bukan kita yang menjaga, siapa lagi,” kata Ketua ARBAL, Tubagus.

Dihadapan puluhan aparat yang bersiaga, massa mendesak anggota DPRD Kalsel untuk menemui mereka dan memberikan sikap tegas atas tuntutan ini. “Apabila tidak dicabut saat rapat paripurna bulan ini, kami akan menurunkan lebih banyak massa lagi,” ujar pendemo lainnya mengingatkan wakil rakyat.

Menyikapi desakan para pengunjuk rasa, Anggota DPRD Kalsel, Suripno Sumas menyatakan dukungan terhadap penolakan masyarakat terhadap pembahasan RUU HIP dan pihaknya akan membuat pernyataan sikap yang akan disampaikan ke DPR RI di Senayan.

“Kami turut menolak pembahasan RUU HIP, karena mempertimbangkan maklumat MUI dan penolakan dari berbagai ormas, termasuk Aliansi Masyarakat Banua,” kata Suripno.

Dalam aksinya, massa dari ARBAL membawa dan mengusung beragam spanduk, dan poster berisi tulisan bernada mengecam.

Aksi berlangsung damai dengan penjagaan ketat dari aparat kepolisian setempat. Arus lalu lintas sempat terganggu karena harus direkayasa mengingat sejumlah ruas ditutup aksesnya.


Editor : Abay Fadillah Akbar