612 Orang dengan Gangguan Jiwa di Hulu Sungai Utara Dapat Paket Sembako dari Kemensos

Antara ยท Sabtu, 20 Juni 2020 - 22:58 WIB
612 Orang dengan Gangguan Jiwa di Hulu Sungai Utara Dapat Paket Sembako dari Kemensos
Penyandang disabilitas mental di Kabupaten HSU Kalsel mendapat bantuan paket sembako dari Kemensos di tengah pandemi Covid-19. (Foto: Diskominfo HSU)

AMUNTAI, iNews.id - Kementerian Sosial (Kemensos) memberikan paket bantuan sembako kepada sebanyak 612 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan (Kalsel). Bantuan di masa pandemi Covid-19 tersebut merupakan usulan dari Dinas Sosial setempat.

"Dari 612 orang penyandang disabilitas mental di HSU yang kami usulkan untuk mendapatkan bantuan, seluruhnya disetujui Kementerian Sosial," kata Kepala Dinsos HSU Rijali Eswansyah di Amuntai, Sabtu (20/6/2020).

Rijali mengatakan, bansos disalurkan melalui Panti Rehabilitasi Budi Luhur Banjarbaru yang diserahkan di Aula Dinas Sosial Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) di Amuntai. Penyaluran bantuan dilakukan dalam dua tahap, yaitu tahap pertama sebanyak 150 paket,dan sisanya disalurkan pada tahap dua saat ini.

Kepala Panti Rehabilitasi Budi Luhur Banjarbaru Kalsel disaksikan Kepala Dinsos HSU Rijali Eswansyah dan Kabid Rehabilitasi Rahmiyati secara simbolis menyerahkan bansos sembako bagi penyandang disabilitas mental di Aula Dinsos HSU.

Rijali mengatakan, di tengah pandemi Covid-19 berbagai elemen masyarakat turut terdampak dan mengalami kesulitan. Kondisi ini juga dialami keluarga yang memiliki penyandang disabilitas fisik dan mental.

"Bantuan bagi penyandang disabilitas hakikatnya juga meringankan beban keluarganya yang pasti mengalami kesulitan ekonomi, untuk mengasuh dan merawatnya di tengah pandemi Covid-19," katanya.

Dia menambahkan, selama ini APBD Kabupaten HSU setiap tahun juga mengalokasikan bantuan uang untuk penyandang disabilitas sebesar Rp200.000 per orang setiap bulan. Bantuan dalam bentuk pakat sembako, namun hanya untuk enam bulan karena terbatas anggaran.

"Khusus di masa pandemi seperti saat ini, bantuan diberikan penuh selama 12 bulan," ujarnya.

Sementara Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos HSU Rahmiyati menambahkan, bansos Covid-19 dari Kemensos tersebut hanya diperuntukkan bagi penyandang disabilitas mental yang jumlahnya di Kabupaten HSU sekitar 612 orang. Jika ditambah dengan penyandang disabilitas fisik, maka jumlahnya mencapai 800 orang lebih.

"Ada juga sekaligus penyandang disabilitas fisik dan mental yang termasuk dalam 612 orang yang mendapat paket sembako dari Kemensos. Namun, mereka yang mendapat bantuan hanya yang dari keluarga tidak mampu,"kata Rahmiyati.

Rahmiyati mengatakan, setiap tahun terdapat beberapa program bantuan bagi penyandang disabilitas baik dari pusat maupun daerah. Bantuan dari pusat berupa bantuan berupa kursi roda, kaki palsu, dan lainnya, sesuai kebutuhan penyandang disabilitas yang diusulkan melalui kepala desa.

"Kalau dari APBD HSU setiap tahun juga ada bantuan uang untuk penyandang disabilitas fisik sebanyak 20 orang dan penyandang disabilitas mental 50 orang. Bantuan terpaksa digilir setiap tahun karena alokasi anggaran yang terbatas," kata Rahmiyati.


Editor : Maria Christina