4 Hukum Adat Dayak Kalis, Nomor 3 Bikin Waswas

Nani Suherni ยท Rabu, 10 Agustus 2022 - 11:48:00 WITA
4 Hukum Adat Dayak Kalis, Nomor 3 Bikin Waswas
Ilustrasi 4 Hukum Adat Dayak Kalis, Nomor 3 Bikin Waswas (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Hukum adat Dayak Kalis masih erat dengan tradisi leluhur. Tak jarang beberapa hukum adat terus dilestarikan sebagai bentuk penghormatan. 

Dalam buku yang berjudul Pemetaan Suku Dayak Kalis di Kecamatan Kalis, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Pontianak: Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional karya Neni Puji Nur Rahmawati, 2008 menjabarkan deretan hukuman adat di suku tersebut. Dijelaskan, jika Suku Dayak Kalis merupakan sub rumpun suku Dayak yang berdomisili di Kecamatan Kalis, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. 

Disebutkan dalam buku tersebut jika Suku Dayak Kalis merupakan warga yang tinggal di sepanjang Sungai Kalis. Sesuai dengan perkembangan jaman, Suku Dayak Kalis pun menyepurnakan aturan tersebut. 

Kitab Hukum Adat Dayak Kalis merupakan hasil penyempurnaan pertama melalui Musyawarah Adat Suku Dayak Kalis yang diselenggarakan pada 26-28 Oktober 2007 di Desa Nanga Danau. Musyawarah ini melibatkan banyak pihak, di antaranya tokoh-tokoh adat, masyarakat, serta kaum intelektual dari suku Dayak Kalis sendiri. 

Hukum adat Suku Dayak Kalis ini bersifat mengikat dan mengatur tata kehidupan masyarakat dalam komunitas Suku Dayak Kalis, termasuk anggota masyarakat non Suku Dayak Kalis yang hidup dalam wilayah adat Suku Dayak Kalis. Dalam Batang Tubuh KItab Hukum Adat Suku Dayak Kalis tersebut terbagi menjadi 17 bab, dan terinci menjadi 128 pasal.

Berikut jenis dan macam hukum Adat Dayak Kalis;

1. Saut

Saut merupakan suatu jenis hukuman yang hampir selalu ada, mulai dari kasus yang ringan. Hukuman saut ini merupakan suatu lambang perdamaian dengan roh gaib sekitarnya.

 2. Satanga’ Baar (setengah pati nyawa)

Selanjutnya jenis keputusan terhadap sesuatu kasus baik disengaja maupun tidak. Biasanya dampaknya terhadap korban mengakibatkan cacat seumur hidup atau luka parah.

Editor : Nani Suherni

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: