2 Tentara AS Dicurigai Ingin Gulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro

Ahmad Islamy Jamil ยท Selasa, 05 Mei 2020 - 14:19 WIB
2 Tentara AS Dicurigai Ingin Gulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro
Ilustrasi. (Foto AFP).

CARACAS, iNewsi.d – Dua Tentara Amerika Serikat (AS), bernama Luke Denman (34) dan Airan Berry (41) ditangkap di Venezuela, Senin (4/5/2020) waktu setempat. Keduanya dicurigai berencana menggulingkan Presiden Nicolas Maduro.

Maduro tampil di televisi pemerintah menunjukkan paspor kedua tentara AS itu. Dia mengatakan kepada komando tinggi militer Venezuela bahwa kedua orang itu adalah tentara AS.

Maduro juga menuduh pemimpin oposisi yang didukung AS, Juan Guaido, membiayai rencana makar tersebut.

Jaksa Agung Venezuela, Tarek William Saab, mengatakan kepada wartawan sejumlah tentara bayaran telah menandatangani kontrak 212 juta dolar AS dengan Guaido untuk membantu menggulingkan pemerintah. Dia menuduh Guaido menggunakan dana yang dicuri dari perusahaan minyak negara PDVSA untuk menyewa para tentara itu.

Amerika Serikat, salah satu dari lebih dari 50 negara yang mendukung Guaido sebagai penjabat presiden Venezuela saat dia menantang Maduro untuk meraih kekuasaan, telah menjatuhkan sanksi pada PDVSA. AS juga mengizinkan Guaido menggunakan dana dari rekening beku milik anak perusahaan minyak itu yang berbasis di Houston AS, Citgo.

Saab mengatakan, Guaido telah menandatangani kontrak dengan mantan prajurit pasukan khusus AS Jordan Goudreau, yang dihubungkan dalam beberapa laporan pers pekan lalu dengan upaya untuk menjatuhkan Maduro.

Goudreau adalah pria kelahiran Kanada, seorang veteran Irak dan Afghanistan. Dia dituduh melatih pasukan tentara bayaran untuk menyerang Venezuela—yang dibubarkan setelah Pemerintah Kolombia menyita pengiriman senjata untuk kelompok itu.

Saab juga membagikan di media sosial sebuah video Goudreau, yang sekarang menjalankan perusahaan keamanan swasta bernama Silvercorp USA, di mana mantan prajurit itu mengklaim operasi terhadap rezim Maduro sedang berlangsung.

Tim media Guaido merilis pernyataan pada Senin (4/5/2020) yang menyangkal tuduhan penguasa Venezuela itu. Dia menegaskan, pihaknya tidak memiliki perjanjian dengan perusahaan keamanan swasta mana pun.


Editor : Faieq Hidayat