Biasanya pembuatan getuk dilakukan pada malam hari di mulai puku 23.00 wita sampai dengan produksi sekitar pukul 05.30 wita. Dalam satu hari, Syaekun memproduksi sebanyak 800 pcs dengan harga Rp1.500.
“Nantinya olahan getuk ini akan kami antar ke pedagang yang sudah menunggu di Pasar Pelaihari, lalu mereka menjajakan keliling menggunakan sepeda motor. Untuk sampai saat ini, kami memiliki lima pegawai dan itu pun anak-anak di rumah serta istri yang membantu,” ucapnya.
Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait