MARTAPURA, iNews.id – Aksi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Desa Bincau, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, memakan korban. Sebanyak enam orang relawan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Zalecha Martapura usai mengalami gawat napas pada Jumat malam.
Para relawan tersebut tumbang akibat mengirup pekatnya asap beracun saat berjuang memadamkan amukan si jago merah yang terus meluas.
Insiden tersebut terjadi ketika kobaran api yang membakar semak belukar di Desa Bincau merembet semakin dekat ke area perumahan warga.
Khawatir api melalap pemukiman, puluhan relawan pemadam kebakaran swadaya bersama warga setempat langsung menerjunkan diri ke titik api untuk melakukan pemadaman darurat.
Namun, besarnya tiupan angin dan pekatnya kabut asap tebal di sekitar lokasi membuat jarak pandang terbatas serta pasokan oksigen menipis, hingga menyebabkan enam relawan mengeluhkan pusing hebat dan sesak napas.
Salah satu relawan yang mendapatkan perawatan medis, Hasan, menceritakan bahwa situasi di lapangan sangat kritis karena api sudah mengepung benteng permukiman. Ketiadaan pasokan air yang memadai memaksa relawan mendekati titik api secara manual.
"Kami berupaya memadamkan kobaran api yang sudah sangat dekat dengan rumah warga. Kobaran apinya besar sekali dan asapnya sangat pekat, jadi langsung bikin pusing dan dada sesak," ujar salah satu relawan pemadam, Hasan.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait