Sepeda listrik di jalan raya (Foto: Dok Polresta Banjarmasin)
Nani Suherni

BANJARMASIN, iNews.id - Sepeda listrik kini sering tampak berseliweran di jalan raya di Banjarmasin. Satlantas Polresta Banjarmasin pun akan memberikan teguran khusus kepada pengendara.

Kasubnit 3 Kamsel Sat Lantas Polresta Banjarmasin Aiptu Budiono mengatakan, teguran ini juga akan diberikan kepada orang tua yang membiarkan anaknya mengendari motor listrik di jalan raya.

“Saat ini memang belum ada sanksi. Akan tetapi kami berikan teguran khusus dengan surat pernyataan yang harus disepakati," ucapnya dikutip dari portal resmi Polresta Banjarmasin, Senin (30/5/2022).

"Orang tua dari anak-anak itu akan kami panggil, ” katanya lagi.

Dia juga mengatakan kendaraan listrik tersebut harus berada di jalur khusus dan kawasan tertentu. Untuk jalur khusus itu seperti di lajur sepeda atau yang disediakan secara khusus untuk motor listrik.

Kemudian untuk kawasan tertentu seperti di pemukiman, jalan yang ditetapkan untuk Hari Bebas Kendaraan Bermotor (Car free Day) dan kawasan wisata.

Hal itu, menurut Budiono sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia nomor 45 tahun 2020 tentang kendaraan tertentu dengan menggunakan penggerak motor listrik.

Dia juga mengingatkan para pemilik sepeda atau scooter listrik untuk tidak melakukan modifikasi pada kecepatan motor. Pada Permenhub telah diatur untuk scooter dan sepeda listrik kecepatan maksimal 25 kilometer per jam, sedangkan untuk jenis lain seperti Hoverboard, Otopet hanya 6 kilometer per jam.

Selain itu dalam peraturan tersebut usia pengguna paling rendah berumur 12 tahun. Bahkan bagi pengguna motor listrik yang berusia 12 tahun sampai dengan 15 tahun, harus didampingi oleh orang dewasa serta wajib menggunakan helem.

“Kami imbau agar bijak dan pahami aturan itu. Ini untuk keselamatan pengguna motor listrik itu sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” katanya.


Editor : Nani Suherni

BERITA TERKAIT