“Kotabaru adalah miniatur Indonesia. Masyarakatnya terdiri dari berbagai suku, budaya, dan agama yang hidup berdampingan secara harmonis. Kerukunan dan toleransi ini harus terus kita pelihara sebagai kekuatan bersama dalam membangun daerah,” katanya.
Syairi berharap keberadaan Pura Prajapati tidak hanya menjadi tempat ibadah bagi umat Hindu, tetapi juga berfungsi sebagai pusat kegiatan keagamaan, sosial, dan budaya yang mampu mempererat hubungan antarwarga. Selain itu, dia berharap pembangunan pura tersebut membawa keberkahan dan memberikan dampak positif bagi kemajuan serta kesejahteraan masyarakat Desa Telagasari.
Sementara itu, Camat Kelumpang Hilir, Lanjar Titi Sumarni, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran Wakil Bupati Kotabaru dalam peresmian tersebut. Dia menilai pembangunan Pura Prajapati menjadi simbol kuat semangat gotong royong, kebersamaan, dan tingginya toleransi yang selama ini terjaga di wilayahnya.
“Pembangunan Pura Prajapati bukan sekadar pembangunan fisik rumah ibadah, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan masyarakat serta wujud nyata kerukunan antarumat beragama yang terus terpelihara dengan baik,” tuturnya.
Peresmian Pura Prajapati ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Wakil Bupati Kotabaru yang dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan keagamaan bersama umat Hindu setempat.
Melalui peresmian tersebut, Pemerintah Kabupaten Kotabaru kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung kehidupan beragama yang damai, toleran, dan harmonis, serta menjaga keberagaman sebagai fondasi penting dalam pembangunan daerah dan persatuan masyarakat.
Editor : Rizqa Leony Putri
Artikel Terkait