Kepala Bidang Pencegahan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Banjar, Gusti Yudhi, mengatakan proses pemadaman sempat mengalami kendala karena api membakar bagian dalam plafon bangunan. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, klinik tersebut juga tidak dilengkapi alat pemadam api ringan (APAR).
Saat petugas tiba, api sudah berada di bagian plafon sehingga cukup sulit dijangkau. Dari hasil pemantauan kami, klinik ini juga tidak dilengkapi APAR.
"Informasi dari pengelola yang dikabarkan dari warga, api berasal dari bagian belakang bangunan," ujar Gusti Yudhi.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Saat kebakaran terjadi, klinik sedang tidak beroperasi sehingga tidak ada pasien maupun tenaga medis yang berada di dalam bangunan.
Petugas masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Namun, dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik yang memicu munculnya api di bagian belakang klinik.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait