Mengatasi hal tersebut, sejak Minggu (11/4/2021), tambah dia, Pertamina secara mandiri menyewa kapal jenis Landing Craft Tank (LCT) untuk mengangkut truk-truk bermuatan elpiji dari Depot Mini LPG Pertamina yang ada di sekitar Jembatan Barito.
Namun, upaya tersebut juga tidak bisa berjalan maksimal sebagaimana diharapkan, karena menggunakan LCT juga terkendala pasang surut air sungai.
"Saya sudah menyampaikan persoalan ini kepada Bapak Penjabat Gubernur Kalsel, tetapi hingga kini belum mendapatkan tanggapan," katanya.
Saibani berharap, bila jembatan Kayu Tangi lama dibuka, pihaknya akan mendapatkan prioritas untuk melintasinya, mengingat persoalan distribusi elpiji sangatlah penting.
Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait