BANJAR, iNews.id – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banjar mencatat sebanyak 4.920 warga terkonfirmasi terpapar penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Jumat (21/8/2026).
Mirisnya, dari ribuan penderita ISPA yang terdata, mayoritas korban didominasi oleh kelompok usia rentan, yakni balita dan remaja.
Angka penderita ISPA diprediksi masih berpotensi melonjak drastis. Pasalnya, hingga pertengahan Agustus ini, peristiwa karhutla masih terus terjadi di beberapa titik wilayah Kabupaten Banjar dan memicu kabut asap pekat pada pagi serta malam hari.
Meski demikian, pihak dinas kesehatan menegaskan bahwa paparan asap pembakaran lahan bukan menjadi satu-satunya faktor utama, melainkan berpadu dengan pola hidup dan kondisi cuaca ekstrem.
"Penyakit ISPA ini disebabkan bukan hanya faktor asap karhutla, namun pola dan perilaku hidup masyarakat sehari-hari juga turut menjadi pemicu seseorang menderita ISPA," ujar Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Banjar, Nita Yuliana, Jumat (21/8/2026).
Menanggapi lonjakan kasus tersebut, Dinkes Kabupaten Banjar telah mengambil sejumlah langkah penanganan medis di tingkat fasilitas kesehatan primer. Ribuan masker medis telah didistribusikan ke puskesmas-puskesmas untuk disalurkan kepada warga.
Selain itu, edukasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) gencar disosialisasikan demi menekan risiko penularan.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait