Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia di Kalsel Rendah
BANJARMASIN, iNews.id - Progres vaksinasi Covid-19 untuk lanjut usia dan tenaga guru di Kalimantan Selatan akan dipercepat. Berdasarkan skala nasional, untuk vaksinasi terhadap lansia di Kalsel sangat rendah.
“Jadi kami diskusikan dan mencari solusi bagaimana golongan guru dan lanjut usia progres vaksinnya dapat cepat dilaksanakan dan menjadi prioritas,” ucap Pj Gubernur Kalsel Safrizal, dikutio dari portal resmi Pemprov Kalsel, Jumat (30/4/2021).
Menurutnya dalam rapat koordinasi percepatan vaksin Covid-19 di Aula Aberani Sulaiman, diharapkan percepatan vaksinasi bagi lansia dan tenaga guru ditiap Kabupaten/Kota. Nantinya akan diadakan pertemuan bersama Kabupaten/Kota pada tiap minggunya.
“Kita akan adakan pertemuan setiap Kabupaten/Kota untuk melihat progres dan terobosan-terobosan dalam memecahkan kesulitan. Jadi saling belajar antarkabupaten. Harapan kita terutama untuk manula (manusia lanjut usia) bisa diprioritaskan agar lebih cepat progresnya,” katanya.
Dari tujuh kabupaten/kota, baru Banjarmasin paling tingga. Untuk Banjarbaru dan Banajr menyentuh angka 50 persen. Sementara sisanya masih tiga persen.
“Rata–rata kita rendah, memang Banjarmasin yang paling tinggi di antara kabupaten/kota lainnya yaitu 50 persen, kemudian Banjarbaru dan Banjar, yang lainnya masih sekitar 3 persen. Ini lambat sekali padahal kita sekarang sudah menetapkan prioritas untuk orang tua usia lanjut,” ucapnya.
Sedangkan vaksinasi terhadap tenaga kesehatan dan pelayan publik terbilang sedang hingga tinggi.
“Oleh karenanya kita sedang memecahkan masalah rendah ini, setidaknya sama seperti vaksinasi layanan publik atau seperti nakes,” tuturnya.
Dikesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, M Muslim menambahkan strategi di antaranya menyasar sentra-sentra atau tempat-tempat yang lansianya banyak seperti di pengambilan dana pensiunan atau misal di masjid.
“Jadi kita akan menyasar di tempat tersebut nantinya guna percepatan vaksin bagi lansia,” kata Muslim.
Muslim mengatakan jumlah lansia yang sudah menerima divaksin Covid-19 hanya sekitar 3 persen dari total 100 persen.
“Lansia yang terdata ada 332.000 orang, yang disuntik baru tiga persen atau sekitar 15.000 orang. Untuk vaksinasi pertama yaitu 9.828 orang yang keduanya 5.404 orang dari jumlah lansianya yang 332.000 tadi,” katanya.
Untuk itu pihaknya siap mengirimkan vaksin kepada daerah yang kehabisan stok, juga siap mengirimkan vaksinator jika diperlukan.
Editor: Nani Suherni