Terlambat Berobat Picu Kematian, Banyak Pasien di Kalsel Tak Tahu Gejala Corona
BANJARMASIN, iNews.id - Plt Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Resnawan menyebut banyak pasien yang tidak mengerti gejala virus corona (Covid-19). Akibatnya terlambat berobat sehingga memicu kematian pasien.
"Jadi, ternyata banyak dari pasien Covid-19 yang tak sadar karena tak mengerti gejalanya, sehingga terlambat ditangani ketika masuk ke rumah sakit," katanya di Banjarmasin, Jumat (16/10/2020).
Hal itu disampaikan Rudy menyikapi tingginya angka kematian pasien Covid-19 di Kalsel. Kebanyakan dari korban meninggal memiliki komorbit atau penyakit penyerta sehingga rentan ketika terpapar.
Riwayat penyakit kronis yang dimaksud antara lain hipertensi, diabetes melitus dan penyakit paru kronis.
Untuk itu, Rudy mengingatkan agar masyarakat lebih terbuka terhadap kesehatan diri dan keluarganya di masa pandemi. Sebab gejala virus corona pada setiap orang berbeda-beda, dan bisa tanpa gejala.
Oleh karena itu, katanya, pemerintah mendorong mereka yang sudah terkonfirmasi positif, namun gejala ringan atau tanpa gejala agar menjalani penyembuhan di tempat karantina khusus. Tujuannya agar dapat dipantau terus oleh dokter dibandingkan isolasi mandiri di rumah.
"Kita berupaya semaksimal mungkin menekan angka kematian yang kini sekitar 3,97 persen atau 447 kasus dari total kasus terkonfirmasi positif (data Kamis, 15/10)," katanya.
Editor: Faieq Hidayat