Sidak ke Jembatan Bromo, DPRD Kota Banjarmasin Sebut Pembangunan Terkesan Dipaksakan

Suhardian ยท Rabu, 02 September 2020 - 18:29 WITA
Sidak ke Jembatan Bromo, DPRD Kota Banjarmasin Sebut Pembangunan Terkesan Dipaksakan
Komisi III DPRD Banjarmasin melakukan sidak ke proyek pembangunan Jembatan Antasan Bromo di Kelurahan Mantuil, Banjarmasin Selatan, Rabu (2/9/2020). (Foto: iNews/Suhardian).

BANJARMASIN, iNews.id - Komisi III DPRD Banjarmasin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke proyek pembangunan Jembatan Antasan Bromo di Kelurahan Mantuil, Banjarmasin Selatan, Rabu (2/9/2020) pagi. Para legislator itu menemukan sejumlah kejanggalan dalam pengerjaan mega proyek tersebut, yakni akses jalan menuju jembatan ternyata belum sepenuhnya bebas dari lahan milik warga.

Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin M Isnaini, mengaku pembangunan jembatan Antasan Bromo terkesan dipaksakan, terlepas ada atau tidaknya kajian analisis lalu lintas, ekonomi dan wisata.

“Kami bingung mau menuju jembatan saja masih ada masalah pembebasan lahan. Ada beberapa kuburan yang belum dibebaskan,” ucap Isnaini.

Politisi Partai Gerindra itu kembali mengkritik jembatan yang dibangun menggunakan APBD Banjarmasin dengan dana fantastis Rp40,4 miliar. Jembatan yang menurut Desain Engineering Detail (DED) hanya lebar dua meter, menghubungkan kawasan Mantuil dengan warga yang bermukim di Pulau Bromo.

“Di Pulau Bromo saya lihat tidak ada hal menonjol untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata. Pulau Bromo juga hanya ada empat RT dengan penduduk kurang lebih 1500 jiwa. Jadi untuk apa sebenarnya jembatan ini dibangun. Jembatan boleh dibilang mewah, tapi hanya untuk kendaraan roda dua saja,” ujar Isnaini.

Lebih jauh Isnaini menjelaskan, dalam waktu dekat Komisi III akan melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin, untuk menggali informasi lebih dalam terkait teknis pembangunan Jembatan Bromo.

Terpisah Manager Pelaksana PT Bayang Bungo selaku kontraktor pembangunan Jembatan Antasan Bromo, Mustafa menjelaskan, jembatan dengan panjang 250 meter itu ditarget selesai Desember nanti.

“Saat ini progres pengerjaan mencapai 65 persen. Kami yakin selesai tepat waktu. Memang cukup banyak kendala saat pembangunan. Salah satunya akses yang digunakan hanya sungai. Selain itu pasang surut sungai juga menjadi kendala saat pemasangan tiang beton,” kata Mustafa.


Editor : Abay Fadillah Akbar