Ribuan Bayi Kurang Gizi, Pemkab Kotabaru Fokus Turunkan Stunting

Antara ยท Rabu, 24 Juni 2020 - 08:50 WIB
Ribuan Bayi Kurang Gizi, Pemkab Kotabaru Fokus Turunkan Stunting
Ilustrasi. (Foto Ist).

KOTABARU, iNews.id - Pemerintah Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, fokus untuk menurunkan stunting yang diintegrasikan dengan program sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Kotabaru merupakan salah satu daerah fokus intervensi penurunan stunting terintegrasi 2021.

"Membantu menyukseskan program ini, Pemkab Kotabaru melibatkan beberapa SKPD terkait, seperti dinas kesehatan, dinas pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, pengendalian penduduk dan keluarga berencana. Serta dinas pekerjaan umum dan penataan ruang dengan penekanan kegiatan bidang air minum," kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Kotabaru, Akhmad Rivai, Selasa (23/6/2020).

Dia menjelaskan, bidang kesehatan meliputi, kegiatan penyediaan makanan tambahan, baik untuk ibu hamil maupun balita kurus dan kegiatan penguatan promosi, surveillans dan tata laksana gizi dengan rincian penyediaan alat antropometri, therapeutic feeding center (TFC), sanitarian kit, kesling kit dan mobil promosi kesehatan.

Selanjutnya Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kotabaru dengan kegiatan penyuluhan dan pengadaan kit penguatan 1.000 hari pertama kehidupan.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kotabaru dengan kegiatan bidang air minum melalui perluasan sistem pengelolaan air minum jaringan perpipaan, dan bidang sanitasi melalui pembangunan sistem pengolahan air limbah dan sampah. Selain itu, dinas lingkungan hidup melalui bidang lingkungan hidup dengan kegiatan pengelolaan sampah.

"SKPD yang terlibat diharapkan agar segera mengusulkan kegiatan sesuai menu yang tersedia dalam aplikasi KRISNA Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk mendukung pelaksanaan penurunan stunting agar dilakukan secara terintegrasi," ujar dia.

Sementara itu, periode 2019 sebanyak 1.990 dari 11.485 bayi di bawah lima tahun (balita) yang dipantau di 28 puskesmas di Kabupaten Kotabaru, masuk status stunting atau sangat pendek dan pendek.

Dari 1.990 anak balita dengan status stunting berdasarkan status gizi, tinggi badan menurut umur, terbagi sangat pendek sebanyak 616 anak atau 5,36 persen dan pendek sebanyak 1.374 anak atau 11,96 persen.

Wilayah puskesmas terbanyak stunting hingga mencapai 37,64 persen atau 169 anak dari 449 balita, yaitu Puskesmas Rawat Inap Sengayam, disusul Puskesmas Pudi sebanyak 161 anak atau 36,93 persen dari 436 balita, kemudian Puskesmas Lontar sebanyak 146 anak atau 33,18 persen dari 440 balita.

Kejadian stunting pada balita masih terjadi di Kotabaru, sehingga dapat menghambat upaya peningkatan kesehatan masyarakat dan pembangunan kualitas sumber daya manusia.


Editor : Faieq Hidayat