PWI Kalsel Desak Gugus Tugas Covid-19 Transparan Sampaikan Informasi

Deny M Yunus ยท Kamis, 21 Mei 2020 - 17:30 WIB
PWI Kalsel Desak Gugus Tugas Covid-19 Transparan Sampaikan Informasi
Pelatihan Kedaruratan Covid-19 bagi insan pers oleh Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin

BANJARMASIN, iNews.id - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Selatan (Kalsel) Zainal Helmie, mendesak Gugus Tugas Covid-19 lebih membuka informasi penanganan virus corona. Hal ini dikatakannya saat menjadi pembicara di Pelatihan Kedaruratan Covid-19 bagi insan pers oleh Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Kamis (21/5/2020).

Menurut Helmie, selama ini gugus tugas lebih banyak menginformasikan data jumlah kasus. Namun kurang disertai penjelasan atau analisis kenapa terjadi penambahan kasus tersebut.

Selain itu, pada angka kematian yang juga cukup tinggi, khususnya di Kota Banjarmasin, minim penjelasan penyebab pasien yang meninggal dunia. Apakah murni karena Covid-19 atau pasien tersebut memiliki penyakit penyerta dan mengalami fatalitas hingga meninggal dunia.

Menurutnya, analisis kasus juga perlu disampaikan bersamaan dengan ekspose data yang hampir setiap hari disampaikan gugus tugas. Termasuk jenis kelamin dan usia pasien positif yang rentan berdampak fatal menyebabkan kematian.

“Informasi-informasi seperti ini juga diperlukan kawan-kawan media massa untuk disampaikan ke masyarakat agar ada edukasi untuk mengenali bahaya Covid-19 dan upaya pencegahannya,” kata Helmie.

Helmie juga mengkritik, penyampaian informasi selama ini cenderung satu pintu seperti hanya melalui juru bicara gugus tugas atau dinas kesehatan. Sehingga tidak terlihat peran dari instansi lain. Padahal, penanganan pandemi Covid-19 ini juga perlu kerja bersama dan keterlibatan instansi lain.

“Hal ini bisa menimbulkan kepercayaan di masyarakat, bahwa pemerintah bekerja serius menangani pandemi ini,” ujarnya.

Namun, Helmie juga mengingatkan media massa khususnya di Kalsel. Untuk tetap mengedepankan kode etik jurnalistik dalam penyampaian informasi Covid-19, khususnya dalam akurasi.

“Tetap utamakan sikap profesional kita sebagai wartawan. Tidak masalah kalau kesannya informasi yang disampaikan mengerikan, asal sesuai fakta. Apalagi kalau berita tersebut bisa menimbulkan kesadaran di masyarakat untuk mematuhi imbauan pencegahan penularan virus corona,” kata Helmie.

Helmie juga mengingatkan para jurnalis, untuk mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Caranya, disiplin mematuhi imbauan pemerintah untuk selalu jaga jarak, menggunakan masker dan rajin mencuci tangan.

“Para pemimpin redaksi juga jangan memaksakan wartawannya untuk mengejar berita, tanpa memikirkan keselamatan dan kesehatan,” ujarnya.

Apalagi, saat ini sudah ada satu wartawan di Kalsel yang positif terinfeksi Covid-19. Ia berharap tidak ada lagi jurnalis yang terinfeksi virus corona.

Pelatihan Kedaruratan Covid-19 bagi insan pers oleh Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin ini diikuti puluhan jurnalis. Selain Zainal Helmie, kegiatan ini juga menghadirkan nara sumber lainnya, yakni Pakar Epidemiologi, IBG Dharma Putra yang juga Direktur RSJ Sambang Lihum, serta Kadinkes Kota Banjarmasin, Machli Riyadi.


Editor : Abay Fadillah Akbar