Putusan Banding Pengaku Nabi di Kalsel Tetap Direhabilitasi

Antara ยท Senin, 27 Juli 2020 - 18:50 WIB
Putusan Banding Pengaku Nabi di Kalsel Tetap Direhabilitasi
Konferensi pers saat pengungkapan kasus Nabi Palsu di Kabupaten HST. (Foto Antara).

HULU SUNGAI TENGAH, iNews.id - Terdakwa Nasruddin divonis tetap menjalani rehabilitasi selama satu tahun di RSJ Sambang Lihum Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Hal itu diputuskan sidang banding di Pengadilan Tinggi Banjarmasin.

Nasrudddin didakwa melakukan penodaan agama karena mengaku sebagai nabi tidak dipidana. Pengacara Nasruddin, Achmad Gazali Noor, mengatakan putusan banding tersebut menguatkan putusan Pengadilan Negeri Barabai pada 13 Mei 2020.

"Majelis Hakim menilai putusan persidangan pada tingkat pertama sudah sesuai dan menyatakan merehabilitasi terdakwa selama satu tahun di RSJ Sambang Lihum Kabupaten Banjar," kata Gazali di Banjarmasin, Senin (27/7/2020).

Meski begitu, terdakwa Nasruddin tidak akan dihukum penjara seperti tuntutan jaksa sebelumnya dari 4 tahun.

Walaupun, terdakwa terbukti melakukan tindak pidana penodaan agama melanggar Pasal 156 a KUHP, namun tidak bisa dihukum penjara karena mengalami gangguan jiwa (psikotik) jenis waham menetap. Hal itu diungkapkan saksi ahli yang membidangi kejiwaan saat diperiksa di persidangan Pengadilan Negeri Barabai.

Amar putusan majelis tingkat banding Nomor 85/Pid/2020/PT BJM per 16 Juli 2020 itu sudah melalui pemusyawaratan Majelis Hakim PT Banjarmasin yang diketuai Siti Suryati dengan 2 hakim anggota yakni, Johny Aswar dan Moestofa pada tanggal 8 Juli 2020.

Sebelumnya pada sidang tingkat pertama di PN Barabai, terdakwa Nasruddin divonis rehabilitasi selama satu tahun di RSJ.

Terkait kemungkinan ada upaya kasasi dari Kejaksaan, Gazali mengatakan kliennya mengalami gangguan jiwa berat dan memang sudah seharusnya direhab ke RSJ, bukan dihukum penjara. Secara jasmani kondisi terdakwa Nasruddin dikatakan Gazali sehat dan tidak sakit yang saat ini di Rutan Barabai.

Jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri HST, Prihanida Dwi Saputra saat dikonfirmasi menyampaikan, untuk langkah hukum selanjutnya masih dalam pembahasan dan menunggu petunjuk dari pimpinan.


Editor : Faieq Hidayat