Polres Banjar Rekonstruksi Kasus Bocah Dibunuh dan Diperkosa Sepupu, Mayatnya di Mutilasi

Donald Karouw ยท Rabu, 18 Mei 2022 - 19:25:00 WITA
Polres Banjar Rekonstruksi Kasus Bocah Dibunuh dan Diperkosa Sepupu, Mayatnya di Mutilasi
Polres Banjar saat rekonstruksi pembunuhan dan pemerkosaan bocah 10 tahun dengan tersangka saudara sepupu. (Foto: Humas Polri)

MARTAPURA, iNews.id - Polisi menggelar rekontruksi perkara kasus tindak pidana pembunuhan disertai pemerkosaan yang terjadi di Dusun Cungkir Rt 002 Desa Kahelaan, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Rekonstruksi ini dilaksanakan di ruangan Satreskrim Polres Banjar, Rabu (18/5/2022).

Kasat Reskrim Polres Banjar Iptu Fransiskus Manaan mengatakan, reka ulang diikuti tersangka berinisial RP serta para saksi yang berjumlah 11 orang. Hadir pula jaksa penuntut umum serta pengacara tersangka.

Proses rekonstruksi ini dilaksanakan dengan pengawalan ketat personel Satreskrim dan Samapta Polres Banjar. Langkah ini dilakukan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kasus ini bermula dari adanya laporan anak hilang," ujar Fransiskus, Rabu (18/5/2022).

Dia menjelaskan, berawal dari adanya seorang pelapor mendatangi Polsek Sungai Pinang yang mengaku anaknya berinisial PWU (10) tidak pulang ke rumah sejak Senin (21/3/2022) pukul 11.00 WITA. Kemudian dilakukan pencarian namun tidak ditemukan.

Selanjutnya pada Rabu (13/4/2022) pukul 11.30 WITA atau hampir tiga pekan kemudian, saksi atas nama Arifin menemukan tengkorak manusia di kebun karet dan kemiri daerah dusun setempat.

"Saksi lalu melapor ke Polsek Belimbing Sungai Pinang dan Polres Banjar untuk ditindak lanjuti," katanya.

Hasil penyelidikan terungkap tengkorak tersebut merupakan bocah PWU yang hilang. Lalu dikembangkan hingga menangkap pelaku pembunuhan yakni RP, tetangga sekaligus saudara sepupu korban.

Selanjutnya pelaku diamankan di Polres Banjar guna proses hukum lebih lanjut. Dia dijerat dengan UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 338 KUHPidana dengan ancaman hukuman hukuman penjara paling lama 15 tahun.

Diketahui, korban PWU tewas dibunuh tersangka RF dengan cara dicekik dalam rumah. Korban yang telah lemas dan tidak bernapas lalu disetubuhi tersangka.

Usai melakukan aksi bejatnya, tersangka yang juga dendam dengan orang tua korban kemudian memutilasinya. Dia memasukkan jasad korban ke dalam karung dan dibawa ke kebun untuk selanjutnya dipisahkan dengan bagian tubuh yang lain lalu dibuangnya.

Dalam perkara ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa sebilah parang, satu unit motor Yamaha Jupiter Z warna biru dan selembar celana pendek warna hitam.

Editor : Donald Karouw

Bagikan Artikel: