Pemprov Kalsel Berencana Geser Sektor Pertambangan ke Pertanian di Tahun 2021

Antara ยท Minggu, 03 Mei 2020 - 16:00 WIB
Pemprov Kalsel Berencana Geser Sektor Pertambangan ke Pertanian di Tahun 2021
Sekretaris Daerah Pemprov Kalsel Abdul Haris melaksanakan penanaman padi dengan sistem menugal. (Foto: Antara/ Humas Pemprov Kalsel)

BANJARMASIN, iNews.id - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bertekad mengubah struktur ekonomi daerah dari sektor pertambangan menjadi ke pertanian, industtri dan pariwisata. Agenda itu sudah tercantum dalam Rancangan Rencana Kerja Pemprov Kalsel 2021.

Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan Abdul Haris mengatakan, saat ini 70 persen lebih ekonomi di wilayahnya tergantung pada pertambangan. Di tahun 2021, Kalsel bertekad melaksanakan transformasi struktur ekonomi. Khusus sektor pertanian, tanaman pangan dan perikanan, Kalsel telah menetapkan target prioritas produksi padi ditetapkan menjadi 2,5 juta ton.

Sebagaimana diketahui, saat ini Kalsel melalui dukungan pemerintah pusat sedang giat mengembangkan sektor pertanian di lahan rawa. Hal ini untuk meningkatkan target produksi melalui pembukaan lahan baru dan target tanam sebelumnya satu kali menjadi dua bahkan tiga kali satu tahun. Upaya tersebut dilakukan antara lain dengan dibangunnya bendung di bebarapa kabupaten dan kota di Kalsel, serta dilaksanakannya program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi).

Abdul Haris mengungkapkan, pemerintah juga menargetkan pembangunan irigasi, minimal 40,50 persen irigasi dalam kondisi baik. Di sektor perikanan, Pemprov Kalsel menargetkan produksi perikanan tangkap 260 ribu ton dan perikanan budi daya 164 ribu ton.

Program tersebut antara lain bakal dicapai dengan pengelolaan sumber daya air, program pengembangan sarana dan prasarana pertanian dan usakan perikanan.

Sektor peternakan, Kalsel menargetkan produksi daging sebanyak 82.829 ton. Mendukung program tersebut, juga ditargetkan pengembangan Surime yaitu, pengembangan daging, ikan segar siap olah sebesar 10 per tahun.

Sebelumnya, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman mengatakan, program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) di Kalimantan Selatan, dinilai cukup berhasil dan mampu meningkatkan produktivitas tanaman padi secara signifikan.

"Berkat Program Serasi, terjadi perubahan pola tanam. Biasanya mengolah lahan secara manual, kini menggunakan peralatan mekanik," katanya, Minggu (3/5/2020).

Dijelaskan, panen padi sistem Serasi dilakukan menggunakan sistem combine harvester, sehingga lebih cepat selesai. Hasilnya bisa menanam padi dua kali atau lebih dalam jangka waktu setahun.


Editor : Nani Suherni