New Normal, Pemkot Banjarmasin Buat Draf Protokol Kesehatan Sektor Pariwisata

Antara ยท Rabu, 24 Juni 2020 - 09:37 WIB
New Normal, Pemkot Banjarmasin Buat Draf Protokol Kesehatan Sektor Pariwisata
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin Ikhsan Al-Haq. (Foto Antara).

BANJARMASIN, iNews.id - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, sedang membuat draf aturan protokol kesehatan. Sebab sektor pariwisata akan segera dibuka saat new normal atau normal baru.

Kepala Disbudpar Kota Banjarmasin Ikhsan Al-Haq mengatakan tengah menyelesaikan draf aturan protokol kesehatan atau protokol pencegahan penularan Covid-19 di sektor pariwisata menuju era normal baru.

"Lagi dibikin ini, kalau selesai boleh jadi kami lebih dulu dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif," ujar Ikhsan di Banjarmasin, Selasa (23/6/2020).

Menurut dia, aturan pencegahan penularan Covid-19 di sektor pariwisata menuju era normal baru di Kota Banjarmasin akan dituangkan dalam Surat Keputusan Wali Kota.

Aturan ini dibuat berdasarkan Surat Edaran Nomor 6 Tahun 2020 tentang Status Darurat Bencana non Alam Virus Corona sebagai bencana nasional, sekaligus menuju era normal baru di Kota Banjarmasin. Oleh karena itu diperlukan protokol pencegahan penularan Covid-19 di sektor usaha pariwisata.

"Jika sudah ada dasar ini, maka sektor pariwisata di kota ini sudah bisa dibuka, tentunya melihat kondisinya juga, apakah penularan Covid-19 ini sudah bisa dikendalikan," ujarnya.

Meski begitu, Ikhsan mengaku belum ada instruksi dari Kementerian Pariwisata untuk tempat wisata di Banjarmasin boleh dibuka, maka pemerintah kota tidak berani membuka objek wisata secara resmi. "Semua (objek wisata) belum ada yang kita aktifkan," ujarnya.

Namun menurut dia, masyarakat mulai banyak yang bertamasya ke objek wisata Siring Sungai Martapura di Jalan Piare Tender pada Minggu (21/6/2020). "Kita tidak buka, tapi masyarakat saja yang datang ke sana, mungkin sudah bosan di rumah," ucap Ikhsan.

Dia berharap masyarakat sabar untuk menunggu adanya aturan protokol kesehatan atau pencegahan penularan Covid-19 di sektor usaha pariwisata.

"Memang kita ketahui dengan ditutupnya pariwisata daerah ini karena wabah Covid-19, banyak perekonomian masyarakat yang terdampak, kita pun tidak ingin berlama-lama, namun bagaimana mau dikata, daerah kita masih kondisi zona merah, hingga kita harus kompak untuk memperbaikinya," ujar Ikhsan.

Banjarmasin sebagai kota sungai memiliki objek wisata yang berbasis sungai, ikonnya adalah pasar terapung dan siring Sungai Martapura yang ada menara pandang dan patung bekantan raksasa.

Selain itu, jobjek wisata religi, yakni, Makam Sultan Suriansyah dan mesjid bersejarahnya yakni Masjid Jami Sungai Jingah dan Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin.


Editor : Faieq Hidayat